Tindak Lanjut Lokakarya Pembangunan Jaringan Kerja Lintas Wilayah

Kunjungan belajar tim Desa Kandangan, Temanggung ke Desa Terong di Bantul, D.I. Yogyakarta pada hari Senin, 14 Maret 2011 lalu segera menuai tindak lanjut. Pemerintah Desa Kandangan berserta lembaga masyarakat setempat mengundang tim COMBINE Resource Institution (CRI) untuk hadir ke Kandangan dan memberikan sosialisasi tentang Sistem Informasi Desa kepada jajaran perangkat desa dan perwakilan masyarakat. Tim CRI melalui tim program Lumbung Komunitas mengiyakan undangan tersebut dan hadir ke Desa Kandangan pada hari Senin, 28 Maret 2011. Kunjungan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari pembangunan jaringan kerja lintas wilayah / nasional dalam ranah pengembangan sistem informasi desa. Tim Lumbung Komunitas CRI membangun perencanaan penerapan sistem ini di beberapa wilayah yang akan menjadi landasan studi lebih lanjut tentang interaksi antar wilayah yang menggunakan Sistem Informasi Desa (SID). Desa Kandangan akan menjadi desa percontohan untuk mewakili simpul wilayah di sisi barat dalam peta interaksi antar perdesaan yang menerapkan SID. Sementara, SID telah diterapkan di Bantul dan Gunungkidul di wilayah selatan, Klaten di wilayah timur, dan Magelang di sisi utara. Dalam tahun ini, Kebumen akan menjadi wilayah yang akan menyusul mengujicoba SID di beberapa desa.

Tim Lumbung Komunitas CRI berangkat dari kantor di Sewon, Bantul pada pukul 08.30. Tim tiba di Desa Kandangan pada pukul 11.30, terlambat 1,5 jam dari waktu yang seharusnya, yakni pukul 10.00. Tim terlambat karena harus memastikan kesiapan master aplikasi SID yang disiapkan oleh tim teknologi informasi CRI pada hari Senin pagi agar bisa langsung diujicoba di Kandangan hari itu juga. Keterlambatan tersebut dapat diterima oleh para peserta pertemuan yang hadir dan sudah menunggu sejak pukul 10.00 di kantor pemerintah Desa Kandangan.

Acara dibuka oleh Z. Tarodin, salah satu staf pemerintah desa setempat. Usai pembukaan singkat, presentasi langsung dilakukan oleh Elanto Wijoyono dari tim Lumbung Komunitas CRI. Elanto menyajikan gambaran tentang proses pembangunan SID di Desa Terong selama tahun 2009 – 2010 dan penggunaannya hingga tahun 2011 ini. Presentasi ini menguraikan latar belakang gagasan pembangunan SID yang muncul dari pemerintah Desa Terong dan proses membangun sistem tersebut dengan melibatkan masyarakat desa. Beberapa video pendek hasil wawancara dengan Kepala Desa Terong Sudirman Alfian juga ditayangkan sebagai bentuk uraian penjelasan tentang gagasan untuk memanfaatkan sistem yang telah terbangun dan digunakan tersebut.

Presentasi Elanto Wijoyono kemudian dilanjutkan oleh Mart Widarto dari CRI setengah jam kemudian. Mart menampilkan wujud aplikasi SID dan memberikan contoh cara penggunaannya. Aplikasi SID versi pertama utuk rilis ini masih difokuskan pada module pengelola basis data kependudukan. Fungsi-fungsi menyimpan data, memanggil data, dan mengolah data dicontohkan oleh Mart kepada para peserta pertemuan. Selain itu, fungsi aplikasi untuk pelayanan publik, seperti fungsi pencetakan surat keterangan da surat resmi lainnya dari desa berdasarkan aplikasi tersebut juga dicontohkan oleh Mart.

Usai presentasi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Perwakilan warga dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa Kandangan memberikan sambutan hangat atas presentasi yang baru ditampilkan. Mereka berpandangan bahwa peluang baik ini harus ditanggapi dengan baik dan serius oleh pemerintah Desa Kandangan. Kepala Desa Kandangan yang hadir di tengah acara pun menegaskan dalam paparanya, bahwa langkah untuk membangun Sistem Informasi Desa di Desa Kandangan ini adalah satu dari tiga impian yang ingin dicoba setelah melakukan kunjungan belajar ke Desa Terong dua minggu sebelumnya. Selain penerapan SID untuk optimalisasi pelayanan publik, pemerintah Desa Kandangan da perwakilan warga ingin desa mereka juga dapat membangun koperasi simpan pinjam dan mengelola radio siaran komunitas untuk mendukung percepatan pembangunan desa. Pada tahap awal ini, pembangunan SID menjadi pilihan pertama untuk dicoba dilakukan. Kepala desa pun kemudian langsung memberikan instruksi untuk membentuk tim pelaksana pembangunan SID untuk Desa Kandangan.

Usai istirahat, lepas pukul 14.30 Mart Widarto memandu para staf Desa Kandangan dan perwakilan Karang Taruna berlatih melakukan install aplikasi SID ke salah satu komputer di kantor desa tersebut. Ada tiga unit komputer (PC) di sana, tetapi hanya satu saja yang pada tahap awal ini baru digunakan untuk berlatih menggunakan aplikasi SID. Usai instalasi dilakukan, Mart membantu para staf desa dan karang taruna untuk melakukan entry data kependudukan berdasarkan data dari Kartu Keluarga ke dalam aplikasi SID. Dua staf pemerintah desa dan satu orang ketua karang taruna pun berlatih melakukan entry data hingga cukup mahir dan bisa saling mengajari satu sama lain. Proses ini berlangsung dalam waktu cukup singkat, kurang dari dua jam.

Jelang pukul 17.00, usai proses pelatihan dilakukan, Elanto Wijoyono memandu satu sesi diskusi tentang perencanaan kegiatan dan perencanaan anggaran belanja kegiatan untuk pembangunan SID Kandangan. Elanto telah menyiapkan dua matriks dalam lembar  kertas plano yang tertempel di dinding. Satu lembar berisi tentang tahap-tahap kegiatan yang akan dilakukan dan kerangka waktunya. Lembar kedua adalah daftar kebutuhan sarana dan kegiatan yang perlu dibiayai, sehingga memunculkan rencana anggaran biaya. Kedua matriks itu pun kemudian dilengkapi isinya oleh tim Desa Kandangan, dipimpin oleh M. Taufik. Singgih Kartono yang menjadi inisiator pertemuan ini turut memberikan beberapa masukan, seperti rencana untuk segera membangun sistem komputer berjejaring (Local Area Network) di kantor desa dan kemudian mendorong desa untuk berlangganan internet.

Keluaran / Output

Tujuan pertemuan ini adalah melakukan sosialisasi Sistem Informasi Desa seperti yang telah diterapkan di Desa Terong kepada pemerintah Desa Kandangan dan masyarakat setempat. Sosialisasi ini dapat dilakukan dengan baik dalam sesi presentasi dan diskusi walaupun terlambat 1,5 jam dari waktu yang direncanakan. Berdasarkan tujuan tersebut, sosialisasi telah dapat dilakukan dan bahkan aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) telah diinstall di komputer kantor Desa Kandangan. Satu sesi pelatihan awal penggunaan SID bagi staf pemerintah desa dan karang taruna juga telah dilakukan. Ada dua orang staf desa dan satu orang karang taruna Desa Kandangan yang telah berlatih dan mampu menggunakan aplikasi sesuai panduan. Bahkan, mereka sudah mampu saling mengajari.

Capaian / Outcome

Langkah melakukan proses pembangunan Sistem Informasi Desa di Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah adalah salah satu strategi untuk membangun jaringan komunitas yang menggunakan SID di tingkat lintas wilayah atau nasional. Program pembangunan SID di tahun pertama telah mengujicobaka SID di wilayah Kabupaten Klaten di Jawa Tengah dan di Kabupaten Bantul di D.I. Yogyakarta. Pada awal tahun ini, Kabupaten Gunungkidul di D.I. Yogyakarta juga telah menempatkan dua desa yang menerapkan SID dan akan berlanjut dengan desa-desa berikutnya, sebagaimana proses yang berlangsung di Bantul dan Klaten. Penerapan SID di desa-desa ini tidak akan berhenti pada proses install aplikasi secara teknis saja, tetapi juga diikuti dengan strategi pembangunan jaringan kerja. Kunjungan belajar tim Desa Kandangan ke Desa Terong pada 14 Maret 2011 adalah satu langkah tindak lanjut untuk membangun jaringan kerja itu yang mulai diinisasi dengan diadakannya lokakarya “Memikir Ulang Desa – Kota; Jalan Menuju Kelestarian” yang diadakan di Kandangan pada 4-6 Maret 2011 lalu. Capaian antara ini akan membawa program ini ke arah studi tentang bagaimana komunitas di tingkat lokal (dalam hal ini desa) dapat menggunakan sistem informasi pengelolaa sumber daya lokal, baik untuk kepentingan internal desa (seperti pelayanan publik dan perencanaan pembangunan desa) maupun untuk kepentingan eksternal (seperti membangun jaringan kerja pembangunan desa antar wilayah; misal hubungan kerja antara desa-desa yang telah menerapkan SID).

Rekomendasi

Langkah awal membangun SID di Desa Kandangan, sebagai simpul awal SID di wilayah barat dalam penerapan program Lumbung Komunitas telah dilakukan. Pada sisi teknis manajemen program,tim Lumbung Komunitas CRI perlu memperhatiakn strategi pendampingan dalam proses pembangunan SID di Desa Kandangan yang termasuk dalam wilayah baru, di luar tiga wilayah program, yaki Bantul, Klaten, dan Magelang. Tim perlu membuat perencanaan pendampingan yang efektif agar tetap mencapai tujua yang diharapkan tanpa membebani jalannya program Lumbung Komunitas untuk wilayah program utama.

Pada sisi muatan program, tim Lumbung Komunitas harus bisa memastikan terjadinya interaksi antar wilayah pengguna SID dalam konteks pembangunan komunitas berbasis aset. Interaksi yang terjadi bisa antar desa maupun desa dengan kota. Studi lebih mendalam tentang dampak atau pengaruh penerapan SID dalam mendukung kerja-kerja pembangunan wilayah perlu dilakukan untuk menampilkan model kegunaan SID dalam kegiatan pembangunan yang nyata.

(Elanto Wijoyono)