Langkah Persiapan Jelang Rilis

Salah satu langkah untuk mendukung penyebarluasan konsep Lumbung Komunitas ke komunitas-komunitas pemerintah lokal (desa/kelurahan) adalah dengan melakukan kampanye penggunaan aplikasi Sistem Informasi Desa (SID). Aplikasi ini sudah dibangun dan dikembangkan oleh tim teknologi informasi COMBINE Resource Institution (CRI) sejak pertengahan tahun 2009. Mulai awal tahun 2010, aplikasi tersebut mulai diujicobakan di satu desa di wilayah Kabupaten Bantul di D.I. Yogyakarta dan delapan desa di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pada akhir tahun 2010, dua desa di Kabupaten Gunungkidul dan dua desa lain di Kabupaten Bantul juga telah mengujicoba aplikasi tersebut. Aplikasi SID akan terus diperluas ujicobanya di lebih banyak desa di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Klaten, Kebumen, dan Magelang dalam tahun 2011 ini.

Untuk memudahkan proses penyebarluasan aplikasi dan memudahkan penggunaannya, tim CRI menggagas satu langkah produksi paket master aplikasi yang di dalamnya memuat aplikasi SID dan panduan penggunaanya. Aplikasi yang dikemas sebagai paket aplikasi adalah aplikasi versi 1.0; setipe dengan versi yag telah diujicobakan selama tahun 2010 di beberapa wilayah.

Acara review aplikasi dan dokumen panduan penggunaan aplikasi SID 1.0 dimulai pada pukul 14.30 pada Kamis, 10 Maret 2011 di ruang rapat CRI. Novi Erisa, mewakili tim teknologi informasi CRI yang mengembangkan aplikasi SID sejak 1,5 tahun terakhir memberikan presentasi mengenai profil paket master aplikasi tersebut. Tahap per tahap dipresentasikan dan disimulasikan oleh Novi Erisa, mulai dari melihat bagian-bagian di dalam paket aplikasi, cara instalasi, hingga cara penggunaan aplikasi yag telah mengalami beberapa pembaruan. Peserta acara tersebut memberikan tanggapan secara langsung di setiap sesi atau langkah yang dipresentasikan, sehingga diskusi berjalan dinamis.

Dalam paket master aplikasi SID, terdapat empat bagian utama yang tersimpan dalam satu folder masing-masing, yakni aplikasi, database, panduan, dan SID. Folder aplikasi berisi aplikasi dasar yang wajib ada di komputer sebelum menggunakan SID, yakni web browser dan vertrigo. Ada dua web browser yag direkomendasikan, yakni Mozilla Firefox dan Chrome. Folder database dan SID berisi format database aplikasi yang akan diinstall dan digunakan. Dalam folder paduan berisi panduan installasi dan tutorial penggunaan dalam format .pdf dan .docx. Novi Erisa mempresentasikan pula proses instalasi dan panduan yang tertera dalam dokumen read me; panduan untuk Windows dan Linux – Ubuntu. Simulasi hanya dilakukan pada sistem operasi Windows karena sistem operasi tersebut yang banyak dipakai di kantor-kantor desa mitra program sementara ini.

Pada tahap ini, aplikasi yang disiapkan adalah aplikasi module  kependudukan. Sementara, aplikasi module keuangan tidak disimulasikan. Tim Lumbung Komunitas akan mengagendakan satu sesi review khusus module keuangan bersama tim IDEA Yogyakarta.

Keterlibatan peserta dari lembaga mitra yang hadir dalam ujicoba dan review ini menjadi penanda bahwa aplikasi SID dibangun secara partisipatif. Pada awal pengembangan aplikasi, desain sistem dirancang mengikuti kebutuhan sistem dari lembaga mitra, dalam hal ini kantor desa. Proses partisipatif semacam itu terus dilakukan hingga tahap-tahap pengembangannya, seterusnya ke depan. Dengan adanya review bersama pengguna dan/atau calon pengguna, aplikasi SID akan menjadi aplikasi yang tepat guna, sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Tim Lumbung Komunitas CRI merekomendasikan tahap revisi yang dilakukan oleh tim teknologi informasi CRI tidak mundur dari tenggat waktu dan siap rilis pada awal Minggu IV Maret 2011. Tim Lumbung Komunitas akan melakukan pejadwalan ulang tahap sosialisasi, instalasi, dan pelatihan penggunaan aplikasi SID ke beberapa wilayah (Bantul, Klaten, Magelang, Gunungkidul, dan Kebumen) usai rilis aplikasi SID 1.0.

Daftar Peserta

Peserta yang hadir dalam acara ujicoba dan review aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) versi 1.0 di kantor COMBINE Resource Institution (CRI) meliputi:
1. Elanto Wijoyono (Lumbung Komunitas – CRI)
2. Mart Widarto (Lumbung Komunitas – CRI)
3. Isnu Suntoro (Teknologi Informasi – CRI)
4. Novi Erisa (Teknologi Informasi – CRI)
5. Yossy Suparyo (Manajemen Pengetahuan – CRI)
6. Nuryanto (Desa Terong, Dlingo, Bantul, D.I. Yogyakarta)
7. Jainu (Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah)
8. Bambang Hery (IDEA Yogyakarta)

(Elanto Wijoyono)