Himpunan data kependudukan yang berisi data individu dan data keluarga adalah koleksi sumber daya. Dalam Sistem Informasi Desa (SID) versi mutakhir sebagai hasil proses pembangunan dua tahun berselang, informasi kependudukan menjadi layer utama rujukan informasi sumber daya. Manusia didudukkan sebagai subjek sumber daya yang memiliki, menguasai, memproduksi, dan mengelola aset atau sumber daya, selain dirinya sendiri juga menjadi bagian dari sumber daya. Kapasitas manusia (individu) yang menjadi subjek pengelola aset sekaligus sebagai aset itu sendiri coba dipetakan dalam SID.

Pada awal tahun 2012 ini, seluruh desa penerap program SID di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah telah menyelesaikan basis data kependudukan. Dalam basis data itu tercakup data diri anggota keluarga, yang meliputi pula data kecakapan atau keahlian setiap anggota keluarga sebagai aset komunal. Dalam data keluarga tercatat pula kolom-kolom isian data aset yang dimiliki setiap keluarga. Variable data dalam bsis data keluarga ini merujuk pada Profil Desa dan Kelurahan yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Proses pengembangan aplikasi SID telah masuk dalam tahap pengembangan peta sumber daya. Tim pengembang aplikasi sistem informasi geografis (SIG) dibentuk oleh tim COMBINE Resource Institution (CRI) sejak bulan November 2011. Pada hari Rabu (11/01/2012) lalu, diadakan sesi review kedua proses pengembangan sistem tersebut. Dalam review ini hadir koordinator tim pengembang SIG SID Akhmat Safrudin atau akrab dipanggil Somat. Somat dan tim SIG SID mengerjakan pengembangan ini di Jakarta sejak bulan November 2011 dengan supervisi tim teknologi informasi CRI di Yogyakarta. Tim CRI yang hadir dalam review ini antara lain Elanto Wijoyono, Isnu Suntoro, dan Mart Widarto.

Dalam situs demo SID di alamat http://demo-sid2.lumbungkomunitas.net/gis-penduduk/gis/?lang=id dapat dilihat perkembangan proses pembangunan sistem. SIG SID ini akan mencakup pengolahan data kependudukan untuk ditampilkan sesuai kategori wilayah administratif, sebaran titik setiap Kepala Keluarga (KK), dan peta tematik berdasarkan kategori yang ada saat ini dalam SID. Dalam sistem ini, dapat ditampilkan data persebaran penduduk berdasarkan kategori pencarian tunggal maupun multi-kategori, seperti jenis kelamin, pendidikan, golongan darah, dan kepemilikan rumah.

Pada pertemuan review selanjutnya di tanggal 25 – 26 Januari 2012, pengembangan sistem diharapkan sudah mencapai tampilan fungsi batas wilayah dusun dan desa. Usai pertemuan kedua hingga pertemuan ketiga tersebut, tim SIG SID akan menambahkan fungsi penampil data fasilitas umum dan layer data kebencanaan. Salah satu kebutuhan dalam pengembangan fungsi tersebut adalah penggunaan sistem ikon yang mudah digunakan dan dipahami pengguna sistem. Dalam diskusi ini disepakati referensi sistem ikon akan merujuk pada ikon dalam http://mapicons.nicolasmollet.com/dan sistem ikon Green Map (http://greenmap.org). Pada tahap ini diperlukan proses penyusunan standard kategori isu dan rancangan ikon standard untuk SIG SID.

(Elanto Wijoyono)