Usulan untuk mengembangkan kapasitas manajemen informasi dengan penguasaan teknologi informasi di tingkat desa sebenarnya bukan hal yang sulit. Namun, dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat desa, jika usulan itu muncul pasti akan terkalahkan dengan prioritas usulan yang lain. Selain itu, selalu ada stigma bahwa desa belum tentu perlu dengan beragam perangkat teknologi informasi yang akan memerlukan banyak biaya, dari pengadaan hingga pelatihan. Padahal, data dan informasi yang baik pengelolaannya sudah lama disadari oleh banyak pihak sebagai salah satu kunci utama keberhasilan perencanaan dan pembangunan wilayah. Oleh karena itu, harus selalu ada strategi untuk bisa memasukkan agenda pembangunan kapasitas tersebut melalui beragam potensi program dan kerjasama.

         

Kesadaran itu muncul di benak Kabid Statistik dan Litbang Bappeda Kabupaten Temanggung Danang Purwanto. Ketika Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen Duta Wacana (LPPM UKDW) Yogyakarta datang untuk mohon izin pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Temanggung, satu agenda coba dibangun. Bappeda mengusulkan agar program KKN yang akan digelar di wilayah Kecamatan Bansari selama 40 hari mulai dari tanggal 5 Juni 2012 itu dapat memuat agenda pembangunan kapasitas manajemen informasi untuk desa. Oleh karena itu, Bappeda Kabupaten Temanggung mengundang COMBINE Resource Institution (CRI) untuk bergabung dalam proses perencanaan program ini. Bappeda Kabupaten Temanggung melihat bahwa program Sistem Informasi Desa (SID) yang diterapkan dan dikembangkan oleh CRI di sejumlah desa adalah tepat untuk diterapkan juga di Temanggung, terlebih dengan adanya dukungan program KKN UKDW.

Persiapan telah dilakukan. Pertemuan koordinasi tiga pihak, yakni Bappeda Kabupaten Temanggung, LPPM UKDW, dan CRI, telah diawali pada hari Senin, 23 April 2012 di Yogyakarta. Dalam pertemuan di Kampus UKDW itu ketiga pihak bersepakat untuk melakukan kerjasama dan berbagi peran. Bappeda Kabupaten Temanggung akan berperan dalam mengelola koordinasi dengan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. LPPM UKDW akan berperan dalam penerapan SID di lapangan, mulai dari instalasi dan pelatihan pengoperasiannya. CRI akan berperan sebagai penyedia sumber daya aplikasi SID dan pelatihan untuk pelatih SID, yakni tim mahasiswa KKN UKDW. Pertemuan di Yogyakarta ini kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di kantor Bappeda Temanggung pada hari Kamis, 3 mei 2012. Pertemuan kemarin mempertemukan ketiga pihak dengan Pemerintah Kecamatan Bansari. Camat Bansari Singgih Purnomo yang wilayah kerjanya mencakup 13 desa ini sangat terbuka dan mendukung agenda penerapan SID ini. Kecamatan siap untuk melakukan koordinasi dengan desa-desa yang potensial menjadi pelaksana ujicoba SID di Kabupaten Temanggung. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pembangunan Desa Kandangan M. Taufiqurrochman juga hadir untuk memberikan paparan tentang pengalaman Desa Kandangan membangun dan memanfaatkan SID sejak tahun 2011.

Program KKN UKDW akan dimulai pada tanggal 5 Juni 2012 selama 40 hari. Proses pembekalan mahasiswa KKN oleh LPPM UKDW sudah berlangsung pada saat ini. LPPM UKDW akan menentukan waktu untuk menggelar pelatihan SID kepada mahasiswa KKN dengan mengundang tim CRI sebagai narasumber. Pelatihan akan dilakukan dalam bulan Mei 2012. CRI dan UKDW dalam agenda ini menyepakati bahwa proses pendampingan penerapan SID di Kecamatan Bansari tidak akan berhenti hanya selama program KKN berjalan. LPPM UKDW memiliki mekanisme untuk menjamin keberlangsungan program dengan memanfaatkan program pengabdian masyarakat. Sementara, CRI dengan program Lumbung Komunitas berkomitmen untuk membantu pemanfaatan SID di seluruh desa, termasuk di Kecamatan Bansari, Temanggung ini.

 

(Elanto Wijoyono)