Desa Balerante di Kemalang, Klaten, Jawa Tengah adalah salah satu desa perintis pembangunan Sistem Informasi Desa (SID) di tahun 2008. Bersama tim Desa Terong, Dlingo, Bantul, staf pemerintah desa ini mendorong COMBINE Resource Institution (CRI) untuk membangun sebauh sistem pengelola data dan informasi sumber daya desa. Proses itu ditangkap oleh CRI dan mulai dilaksanakan sebagai bagian dari program kegiatan CRI sejak tahun 2009. Pada tahun 2010, pengembangan dan penerapan SID secara resmi dimasukkan dalam skema kegiatan program Lumbung Komunitas (LK – https://lumbung.combine.or.id).

Penerapan SID di Desa Balerante yang berada di lereng tenggara Gunungapi Merapi ini memang masih mengandalkan peran satu orang, Jainu, Kepala Urusan Pemerintahan Desa Balerante merangkap kepala dusun. Namun, proses pembangunan basis data penduduk dengan SID berhasil dikerjakannya sendiri. Manfaat terbesar selain untuk kegiatan administrasi harian adalah dukungan SID dalam masa pengungsian saat terjadi erupsi Merapi pada akhir tahun 2010. Basis data penduduk dalam SID membantu Jainu mengelola data penduduk selama di pengungsian dan untuk membantu penduduk mempermudah proses ganti rugi ternak.

Dua tahun berselang sejak SID dirintis, SID Balerante telah menggunakan aplikasi SID versi 2.0. Namun, pemanfaatan SID di desa ini belum optimal. Pemerintah Desa Balerante dalam kegiatan kesehariannya baru bisa memanfaatkan SID terbatas pada fungsi olah data penduduk dan statistik sederhana. Sejumlah gagasan pengembangan dan pemanfaatan SID sebenarnya sudah sejak lama didiskusikan dengan tim CRI. Namun, belum ada kesempatan untuk melakukan pendalaman bersama tim yang lebih besar dan siap di Desa Balerante. Di penghujung tahun 2012 ini, gagasan-gagasan yang sudah terkumpul dalam beragam pembicaraan selama ini akan coba disistematisasi dan dirumuskan dalam rencana kerja yang bisa diwujudkan di tahun 2013 mendatang. Untuk mencapai tujuan itu, sebuah lokakarya/pelatihan akan digelar di Desa Balerante dengan melibatkan tim kerja yang lebih besar mewakili komunitas setempat.

Pelatihan yang akan digelar pada hari Senin, 26 November 2012 ini bertujuan untuk meninjau perkembangan pemanfaatan aplikasi SID di kantor Desa Balerante. Kemudian, dalam sesi pertemuan ini akan dibentuk tim kerja di tingkat desa untuk pengembangaan dan pemanfaatan SID Balerante. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi untuk menggali gagasan pengembangan dan pemanfaatan SID Balerante dan menerjemahkannya dalam rencana kegiatan program tahun 2013. Dari kegiatan yang akan diselenggarakan di kantor Desa Balerante ini, diharapkan dapat muncul beberapa hasil. Pertama, tersusunnya catatan pemanfaatan aplikasi SID di kantor Desa Balerante dari sisi teknis dan manajemen. Kedua, terbentuk tim kerja yang mewakili komunitas-komunitas di tingkat Desa Balerante yang siap melakukan program pengembangan dan pemanfaatan SID. Ketiga, tersusunnya rencana kegiatan program pengembangan dan pemanfaatan SID Balerante per 2013.

Model pengembangan SID di Desa Balerante akan dipantau dan dievaluasi terus-menerus. Model ini akan diarahkan untuk direplikasikan di desa-desa lain di wilayah Klaten yang telah menggunakan SID. Selain Desa Balerante, ada dua desa lain yang potensial bisa melakukan replikasi model pengembangan dan pemanfaatan SID, yakni Desa Talun dan Desa Sidorejo. Kedua desa ini mulai bulan November 2012 ini masuk dalam program pembangunan kapasitas komunitas untuk pengurangan risiko bencana di Merapi yang dikelola oleh CRI dan Radio Komunitas FMYY dari Kobe, Jepang. Pembelajaran yang terjadi di dua desa ini juga akan dibagipakaikan untuk proses yang berlangsung di Desa Balerante. Dalam medio 2013, jika proses berjalan dengan optimal, diseminasi pengetahuan bisa dilakukan kepada desa-desa lain di Kemalang, Klaten yang sebelumnya juga terlibat dalam pembangunan SID, meliputi Desa Kendalsari, Desa Tlogowatu, Desa Panggang, Desa Tangkil, dan Desa Tegalmulyo.

(Elanto Wijoyono)