Pengembangan Basis Data Desa untuk Perencanaan Program Pengentasan Kemiskinan dan Monitoring Pembangunan di Perdesaan

Hari, tanggal: Kamis, 23 Februari 2012
Pukul: 08.30 – 12.00
Tempat: Kompleks Kampus STPMD “AMPD” Yogyakarta Jl. Timoho 317, Yogyakarta 55225

Data kemiskinan di Indonesia tidak cukup update dan sesuai. Pada soal pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan beras miskin miskin pada tahun 2008 lalu misalnya, ternyata tidak cukup tepat sasaran. Warga yang seharusnya menerima BLT tidak mendapat bantuan tersebut, dan sebaliknya warga yang tidak berhak, justru mendapatkannya. Berbagai aksi protes warga yang terjadi, menunjukan adanya bantuan bagi keluarga miskin yang salah sasaran. Persoalan kesalahan data yang terjadi tentu tidak berdiri sendiri. Karena banyak faktor lain yang mempengaruhi perbedaan data, mulai di tingkat desa dan daerah, hingga pusat. Faktor tersebut diantaranya adalah adanya perbedaan variabel ukuran kemiskinan, keterlambatan updating data kemiskinan dalam rentang waktu yang lama, hingga perbedaan cara padang tentang kemiskinan antara daerah dan pusat.

Menilik hal tersebut, perlu selalu dilakukan upaya sinergi kerjasama antar pihak (stakeholders) agar persoalan carut marut data kemiskinan dapat diminimalisir. Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Hamongan Ritonga dari BPS (Kompas, 04/02/10), ia menuliskan bahwa ukuran-ukuran kemiskinan yang dirancang di pusat belum sepenuhnya memadai dalam upaya pengentasan kemiskinan secara operasional di daerah. Sebaliknya, informasi-informasi yang dihasilkan dari pusat tersebut dapat menjadikan kebijakan salah arah karena data tersebut tidak dapat mengidentifikasikan kemiskinan sebenarnya yang terjadi di tingkat daerah yang lebih kecil. Oleh karena itu, di samping data kemiskinan makro yang diperlukan dalam sistem statistik nasional, perlu juga diperoleh data kemiskinan (mikro) yang spesifik daerah. Namun, sistem statistik yang dikumpulkan secara lokal tersebut perlu diintegrasikan dengan sistem statistik nasional sehingga keterbandingan antar wilayah, khususnya keterbandingan antar kabupaten dan provinsi dapat tetap terjaga.

Tujuan:

  • 1. Berbagi pengalaman pengelolaan data dan informasi di desa, sebagai implementasi dari era keterbukaan informasi terhadap publik.
  • 2. Mendorong terselenggaranya pengelolaan data dan informasi berbasis desa untuk membantu percepatan pelayanan publik, dan basis data perencanaan program pengentaskan kemiskinan di pedesaan.
  • 3. Mendapatkan masukan dan gagasan bagi pengembangan sistem informasi desa sebagai sistem terbuka yang dikelola secara partisipatif oleh pemerintah desa.
.

Narasumber:

  • 1. Direktur Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementrian Dalam Negeri. Tema: “Pendayagunaan Profil Desa untuk Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah”
  • 2. Drs. Wynandin Imawan (Direktur Statistik Ketahanan Sosial – Deputi Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik). Tema: “Upaya Pengintegrasian Data Statistik Kemiskinan antara Pusat dan Daerah”
  • 3. Drs. H. Imawan Wahyudi (Wakil Bupati Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta). Tema: “Strategi Pengelolaan Basis Data Perdesaan yang Terintegrasi di Tingkat Kabupaten untuk Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan”
  • 4. Elanto Wijoyono (COMBINE Resource Institution). Tema: “Pengalaman pemanfaatan data dan informasi oleh desa untuk perencanaan pembangunan di tingkat desa”
  • 5. Sutoro Eko Yunanto (Institute for Research and Empowerment – IRE / Akademisi). Tema: “Urgensi Keakuratan Data Kependudukan bagi Penentu Kebijakan di Tingkat Daerah”
.

Peserta:

  • 1. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
  • 2. Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan
  • 3. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
  • 4. Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah
  • 5. Wakil Bupati se Propinsi DI Yogyakarta dan beberapa kabupaten di Jawa Tengah
  • 6. Lembaga Donor di Indonesia
  • 7. Dinas/Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia
  • 8. Perwakilan pemerintah desa dari berbagai kabupaten di Indonesia
  • 9. Lembaga non-pemerintah
  • 10. Akademisi
.

Acara ini adalah bagian dari gelaran Jagongan Media Rakyat (JMR) 2012.