Bulan Juni tanggal 10 tahun 2012 ini akan menjadi hari besar bagi Desa Terong. Desa pelopor pengembangan Sistem Informasi Desa (SID) ini akan menggelar pesta demokrasi Pemilihan Lurah. Kepala Desa Terong Sudirman Alfian yang saat ini menjabat telah duduk sebagai lurah (sebutan kepala desa untuk wilayah Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta) selama dua periode sejak tahun 1994. Dalam waktu beberapa bulan di masa jabatannya yang terakhir ini, bersama Pamong Desa Terong dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Terong akan berupaya untuk mempersiapkan gelaran Pemilihan Lurah Desa Terong yang baik, demokratis, terbuka, dan terpercaya.

Salah satu langkah yang akan dicoba dikerjakan adalah memanfaatkan SID Terong untuk mendukung proses Pemilihan Lurah. Panitia pemlilihan sudah ditetapkan oleh BPD Terong pada tanggal 2 Maret 2012 yang lalu. Salah satu langkah kerja pertama kepanitiaan ini adalah menentukan nama-nama warga desa yang akan masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Proses itu akan memanfaatkan basis data kependudukan yang telah tersimpan, etrolah, dan terbarui di SID Terong. Penentuan DPS telah dilakukan dengan merujuk pada basis data di SID, dengan mencari nama-nama penduduk yang telah berusia 17 tahun atau yang telah menikah. Daftar tersebut telah disusun dan sedang dalam tahap sosialisasi ke masyarakat untuk mendapatkan tanggapan dan perbaikan.

Tahap berikutnya yang akan coba disiapkan dalam kegiatan ini adalah mengembangan SID yang mampu digunakan untuk mendukung proses pemilihan lurah. COMBINE Resource Institution (CRI) yang saat ini mengawal proses utama pengembangan SID dari sisi teknologi informasi punya pengalaman dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam penghitungan cepat (quick count) dalam proses pemilhan kepala daerah di sejumlah daerah di Indonesia. Proses pemilihan kepala desa atau lurah belum pernah dialami, terlebih dengan memanfaatkan program aplikasi SID. Namun, sejumlah prinsip dalam penghitungan cepat dan proses olah data kependudukan untuk keperluan pemilihan lurah akan coba dipelajari. Diharapkan, pada bulan Juni 2012 mendatang, SID Terong bisa digunakan sebagai salah satu alat utama yang bisa menjamin proses dan hasil pemilihan yang cepat dan akurat. Sejumlah pertemuan telah direncanakan untuk mulai mempersiapkan pengembangan SID untuk kepentingan tersebut. Proses ini tentu saja terbuka untuk diikuti oleh pihak manapun yang ingin terlibat mempelajari bagian pemanfaatan SID untuk mendukung proses demokrasi di tingkat desa.

(elanto wijoyono)