COMBINE Resource Institution (CRI) akan menindaklanjuti tawaran kerjasama yang dilontarkan oleh ACCESS (Phase II – http://www.access-indo.or.id/) untuk membangun jaringan desa penerap Sistem Informasi Desa (SID) di  wilayah program ACCESS. Komunikasi bersama tim ACCESS telah dilakukan oleh CRI sejak dua tahun terakhir, termasuk sejumlah kegiatan studi banding, baik oleh ACCESS maupun CRI ke wilayah program masing-masing lembaga. ACCESS pernah membawa tim kerja dan komunitas dampingannya berkunjung ke Desa Terong untuk melihat langsung penerapan SID. Tim CRI juga pernah berkunjung ke wilayah program ACCESS di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Pada periode tahun 2013 ini, ACCESS akan membangun jaringan desa pegiat SID di wilayah programnya yang tersebar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Ada 30 desa di Lombok Barat dan Lombok Tengah yang akan mulai menerapkan SID di bulan April 2013. Pada bulan Mei 2013, 55 desa di wilayah Dompu, Bima, Lombok Utara, Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah akan menerapkan pula SID. Di ke-85 desa itu, konsep SID akan diterapkan dalam label sebagai Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID). Dua bagian utama akan dibangun dan dilatihkan. Pertama, pengelolaan data untuk mendukung optimalisasi pelayanan administrasi publik di tingkat desa. Kedua, pengelolaan informasi desa dengan menggunakan media komunitas dan media alternatif lain yang bisa dikembangkan.

Sebagai langkah persiapan, pada hari Kamis – Jumat, 14 – 15 Maret 2013, tim CRI diundang hadir ke Denpasar, Bali untuk melakukan presentasi rencana program ke hadapan tim ACCESS. Proses ini akan menjadi tahap untuk membangun kesepahaman tentang rencana kegiatan program antara lembaga CRI dan ACCESS. Tim CRI yang akan hadir ke Denpasar adalah Dewi Amsari dan M. Kholillurrahman yang akan memaparkan pengalaman dan pengetahuan CRI dalam program penerapan SID sejak tahun 2009 di Jawa. Peluang penerapan SID bersama ACCESS sangat penting untuk melihat sejauh mana SID dapat dibangun dan dimanfaatkan di luar wilayah Pulau Jawa yang memiliki keragaman konteks sosial dan budaya. Berdasarkan pertemuan di akhir pekan ini, CRI dan ACCESS akan menyusun nota kesepahaman yang akan ditandatangani bersama pada akhir bulan Maret 2013. Pelaksanaan kegiatan yang telah diagendakan bersama kemudian akan efektif mulai berjalan di awal bulan April 2013 di wilayah Nusa Tenggara Barat dalam bentuk seri pelatihan.

(Elanto Wijoyono)