Proses pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STAINU Temanggung di Kecamatan Pringsurat, Temanggung antara lain diisi dengan ujicoba penerapan SID. Kegiatan pelatihan ini menjadi lanjutan dari kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan oleh tim program LK pada hari Selasa, 28 Mei 2013 di kantor Desa Rejosari, Pringsurat, Temanggung. Namun, oleh karena pada kesempatan pertama itu tak seluruh perwakilan desa hadir maka disepakati diadakan sesi sosialisasi kedua, sekaligus pelatihan, yang diadakan pada tanggal 4 Juni 2013. Tim COMBINE Resource Institution (CRI) yang hadir memberikan pelatihan adalah Elanto Wijoyono dan Muhammad Kholillurohman. Tahap-tahap yang dilatihkan dalam kegiatan ini meliputi proses instalasi SID, cara membangun SID di kantor desa, dan cara membangun jaringan komputer lokal di kantor desa. Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang perwakilan pemerintah desa di Kecamatan Pringsurat dan 27 mahasiswa STAINU Temanggung yang melaksanakan KKN di wilayah tersebut. Staf Pemerintah Desa Kandangan Taufikur Rochman turut hadir membantu tim CRI sebagai fasilitator pelatihan.

Proses pelatihan SID dalam program KKN di wilayah Kabupaten Temanggung merupakan salah satu agenda yang dirancang oleh Bappeda Kabupaten Temanggung. Lembaga ini memiliki komitmen untuk mendorong inisiatif pembangunan jaringan desa pemanfaat SID di seluruh wilayah Kabupaten Temanggung. Walaupun sudah ada wilayah percontohan yang akan difasilitasi secara intensif di wilayah Kecamatan Bulu, tetapi Bappeda Temanggung tetap memanfaatkan setiap peluang di wilayah lain untuk mendorong penerapan SID. Namun, dalam pengamatan tim CRI, proses penerapan SID di wilayah Kecamatan Pringsurat agak sulit diharapkan akan berkelanjutan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Pertama, mahasiswa KKN yang bertugas di wilayah tersebut adalah mahasiswa dengan bidang studi ilmu agama dan belum cukup mahir dalam pengelolaan sistem informasi. Kedua, waktu pelaksanaan program KKN di wilayah kecamatan itu tinggal kurang dari 2 minggu, sehingga tak cukup waktu untuk menerapkan SID secara utuh bersama pemerintah desa setempat. Ketiga, seluruh desa di Kecamatan Pringsurat telah memiliki aplikasi olah data kependudukan dan administrasi. Aplikasi itu adalah aplikasi berbayar yang dibeli desa. Perwakilan pemerintah desa yang hadir dalam pelatihan memiliki minat terhadap SID, tetapi berharap agar basis data kependudukan dalam aplikasi yang mereka miliki dapat terhubung/terintegrasi dengan SID. Tim CRI sempat melihat aplikasi tersebut yang ada di kantor Desa Rejosari. Aplikasi yang bertipe desktop application itu memiliki fungsi lengkap dalam urusan administrasi kependudukan. Perlu ada tahap kajian khusus untuk membangun fungsi integrasi yang diharapkan itu.

.

(Elanto Wijoyono)