Panduan ini ditujukan untuk pengguna komputer dengan sistem operasi Windows. Tahap-tahap untuk pengoperasian di komputer dengan sistem operasi berbasis Linux tidak jauh berbeda, kecuali pada tahap instalasi webserver.

Lakukan tahap-tahap ini pada komputer desa yang akan digunakan sebagai server aplikasi SID di kantor desa.

.

A. Instalasi Webserver XAMPP
.

B. Instalasi Aplikasi SID 3.0

1. Copy file SID30.rar (master aplikasi)
2. Buka XAMPP Control Panel
3. Setelah XAMPP Control Panel terbuka, klik tombol “Explore”
4. Akan terbuka folder “xampp” pada Windows Explorer. Buka folder “htdocs”
5. Paste file SID30.rar ke dalam folder “htdocs”
6. Klik kanan file SID30.rar dan pilih “Extract Here”
7. Tunggu proses ekstrak hingga selesai
8. Ketika muncul kotak dialog konfirmasi, klik “Yes to All”
9. Buka browser untuk menlajutkan tahap (direkomendasikan menggunakan Mozilla Firefox)
10. Ketikkan “localhost/phpmyadmin” pada address bar, hingga muncul halaman phpMyAdmin.
11. Buat dtbase dengan mengetikkan nama database dalam kolom di bawah tulisan “Create New Database”. Dalam panduan ini digunakan nama database “SID”
12. Klik tombol “Create” untuk membuat database
13. Ketika database berhasil dibuat maka akan muncul kalimat konfirmasi “Database SID has been created”
14. Setelah selesai, buka tab baru pada web-browser dan ketikkan “localhost/installer”
15. Akan muncul halaman Instalasi SID, dimulai dari Step 1. Klik “Next”
16. Pada Step 2, isikan “setuju” pada kotak persetujuan, kemudian klik “Next”
17. Klik “Next” pada Step 3
18. Hapus tulisan “/installer” pada kedua kolom di Step 4, kemudian klik “Next”
19. Pada Step 5 isikan:

Database hostname: localhost
Database username: root
Database password:
Database name: SID

Kemudian klik “Next”

20. Klik “Next” pada Step 6
21. Pada Step 7, isikan:

Username: [username_anda]
Password: [password_anda]
Password (confimr): [password_anda]

22. Instalasi SID 3.0 selesai di Step 8
23. Klik link berwarna biru, dalam panduan tertulis http://localhost, sehingga akan terbuka tampilan halaman depan website desa (offline).
24. Klik tulisan “Sistem Informasi Desa (SID) pada bagian footer (bawah) untuk masuk ke halaman administrator/manajemen.
25. Muncul tampilan login. Ketikkan username dan password seperti yang sudah dimasukkan di tahap instalasi (Step 7), kemudian klik “Login”
26. Setelah berhasil login maka akan terbuka halaman administrator/manajemen aplikasi SID.
27. Instalasi selesai dan aplikasi siap digunakan.

.

C. Input Data dan Informasi Desa

1. Login ke aplikasi Sistem Informasi Desa (SID)
2. Masuk ke Menu “SID Home” yang berada di sub-menu “Informasi Desa”
3. Isikan data-data dan informasi profil desa, seperti nama kepala desa dan alamat desa.
4. Isikan logo desa (jika ada/dengan logo kabupaten setempat) dan pilih gambar yang akan dijadikan logi, kemudian klik tombol “Open”
5. Setelah semua data/informasi diisikan, kemudian klik tombol “Simpan”
6. Jika proses simpan data berhasil maka akan muncul pesan: “Success, Data berhasil disimpan”.
7. Selesai
.

D. Input Data Manajemen Pengurus Desa

1. Login ke SID
2. Masuk ke dalam menu “SID Home”
3. Klik sub-menu “Manajemen Pengurus”
4. Klik “Tambah Pengurus Desa”
5. Isikan data-data pengurus desa sesuai kolom yang tersedia
6. Pastikan kolom status dalam pilihan “Aktif”
7. Klik tombol “Simpan”
8. Selesai
.

E. Input Data Wilayah Administratif

1. Login ke dalam SID
2. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Wilayah Administratif”
3. Klik “Tambah Dusun” untuk membuat dusun baru
4. Isikan data nama dusun dan klik tombol “Simpan”
5. Untuk menambahkan RW dan RT ke dalam dusun, lakukan dengan klik “Rincian Sub Wilayah” untuk masuk ke dalam manajemen RW
6. Klik “Tambah RW” untuk menambahkan RW baru
7. Isikan data RW dan kemudian klik tombol “Simpan”
8. Untuk menambahkan RT ke dalam RW, lakukan dengan klik tombol “Rincian Sub Wilayah” pada RW yang akan ditambahkan data RT (jika desa tersebut tidak memiliki RW, maka untuk menambahkan RT dilakukan langsung dari tingkat dusun). Klik tombol “Rincian Sub Wilayah” pada RW.
9. Klik “Tambah RT” untuk menambahkan RT baru
10. Isikan data RT seperti dan kemudian klik tombl “Simpan”
11. Selesai
.

F. Input Data Keluarga

1. Login ke dalam SID
2. Masuk ke Menu “Penduduk” dan sub-menu “Keluarga”
3. Klik “Tambah Data Baru” untuk membuat data keluarga baru.
4. Isikan data Kepala Keluarga (KK) sebagai data pertama yang diisikan dalam keluarga
5. Jika desa setempat tidak ada RW, maka pada kolom RW pilih “-”
6. Setelah selesai, klik tombol “Simpan”
7. Langkah mengisikan data anggota keluarga dilakukan dengan klik tombol “Tambah Anggota Keluarga” pada baris keluarga sub-menu “Keluarga” yang akan ditambahkan data anggotanya.
8. Akan muncul halaman tampilan salinan Kartu Keluarga, kemudian klik tombol “Tambah Anggota” pada pojok kanan bawah.
9. Isikan data anggota keluarga seperti pada langkah mengisikan data kepala keluarga. Klik tombol “Simpan” setelah selesai.
10. Ulangi langkah no. 7 – 9 untuk mengisikan data anggota keluarga yang lain.
11. Catatan: Urutkan pengisian anggota keluarga mulai dari kepala keluarga, istri/suami, anak, dan seterusnya.
.

G. Input Data Penduduk Pendatang

1. Login ke dalam SID
2. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Penduduk”
3. Klik “Penduduk Pendatang” untuk membuat data penduduk pendatang baru.
4. Isikan data penduduk sesuai kolom yang tersedia.
5. Jika desa setempat tidak ada RW, maka pada kolom RW pilih “-”
6. Klik tombol “Simpan” setelah selesai.
7. Catatan: Penduduk pendatang diisikan tanpa masuk ke dalam data Keluarga. Data keluarga penduduk pendatang tersebut diisikan di SID desa asal, bukan di SID desa domisili ybs. Kontrol dan konfirmasi antara dua pemerintah desa (dibuktikan dengan surat pindah) harus dilakukan untuk menghindari duplikasi data penduduk.
.

H. Pencarian Data Penduduk

H.1. Pencarian Sederhana
1. Masuk ke dalam menu “Penduduk” dan sub-menu “Penduduk”
2. Ada beberapa pilihan filter pencarian di bagian atas tabel (jenis kelamin, agama, dusun, dsb).
3. Jika akan mencari penduduk laki-laki beragam Islam, maka pilih jenis kelamin laki-laki dan pilih agama Islam, maka secara otomatis tabel akan menampilkan data penduduk laki-laki beragama Islam.
4. Selesai

H.2. Pencarian Spesifik
1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Penduduk”
2. Klik tombol “Bersihkan” untuk memulai data dari awal dan kemudian klik tombol “Pencarian Spesifik”
3. Pilih filter pencarian, misal jenis kelamin laki-laki, pekerjaan mahasiswa, dan agama Islam.
4. Data yang dicari akan tertampilkan di tabel data penduduk.
5. Selesai
.

I. Pindah Penduduk

I.1. Pindah Penduduk dalam Desa
1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Penduduk”
2. Klik tombol “Pindah Penduduk dalam Desa” pada data penduduk yang akan pindah
3. Pilih dusun, RW, dan RT tempat tujuan pindah
4. Klik tombol “Pindah”
5. Data penduduk ybs akan otomatis terpindahkan ke wilayah administratif tujuan

I.2. Pindah Penduduk Keluar Desa/Hilang/Meninggal
1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Penduduk”
2. Klik tombol “Ubah Status Dasar” pada data penduduk yang akan diubah
3. Pilih status penduduk: pindah/hilang/mati
4. Klik tombol “Simpan”
5. Data penduduk ybs akan otomatis tidak aktif lagi dalam tabel data penduduk
.

J. Pecah Keluarga

1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Keluarga”
2. Pilih keluarga yang akan dipecah, masuk ke dalam halaman salinan Kartu Keluarga ybs.
3. Klik tombol “Daftar Anggota” sehingga akan muncul sebagai tabel
4. Hapus/putus hubungan anggota keluarga yang akan dilepas dengan klik tanda silang (x) merah dalam kolom aksi. Muncul kota dialog konfirmasi, klik “Ya” jika yakin dengan langkah tersebut.
5. Selesai.
.

K. Membuat Keluarga Baru dengan Data Penduduk yang Sudah Ada

1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Keluarga”
2. Klik tombol “Tambah Data” di samping tombol “Tambah Data Baru”
3. Muncul kotak dialog Tambah Data Keluarga. Isikan nama kepala keluarga dan nomor KK ybs
4. Klik tombol “Simpan” agar data tersimpan sebagai Keluarga
5. Selesai.
.

L. Menambah Data Anggota Keluarga dari Data Penduduk yang Sudah Ada

1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Keluarga”
2. Pilih keluarga yang akan dituju, masuk ke halaman Salinan Kartu Keluarga
3. Klik tombol “Daftar Anggota” sehingga akan muncul sebagai tabel
4. Klik tombol “Tambah Anggota”
5. Isikan data NIK dan nama, serta hubungan dengan kepala keluarga
6. Klik tombol simpan
7. Selesai
.

M. Panduan Menambah Data Kelas Sosial, Raskin, dan Jamkesmas

M.1. Pendambahan Data Kelas Sosial
1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Keluarga”
2. Klik tombol “Ubah Data” (ikon kertas-pensil), sehingga muncul kotak dialog
3. Pilih data kelas sosial, kemudian klik tombol “Simpan”
4. Selesai

M.2. Penambahan Data Raskin
1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Keluarga”
2. Klik tombol “Ubah Data” (ikon kertas-pensil), sehingga muncul kotak dialog
3. Pilih data raskin, kemudian klik tombol “Simpan”
4. Selesai

M.3. Penambahan Data Jamkesmas
1. Masuk ke menu “Penduduk” dan sub-menu “Penduduk”
2. Klik tombol “Ubah Data” (ikon kertas-pensil), sehingga muncul halaman edit data penduduk
3. Pilih “Ya” jika ybs penerima Jamkesmas, “Tidak” jika ybs bukan penerima Jamkesmas. Pilih “Lainnya” jika memiliki jaminan kesehatan selain “Jamkesmas”
4. Klik tombol “Simpan”
5. Selesai
.

N. Cetak Surat

1. Login ke dalam SID
2. Masuk ke menu “Cetak Surat”
3. Pilih salah satu menu jenis surat yang akan dicetak. Dalam contoh ini adalah “Surat Keterangan”
4. Pilih NIK penduduk sebagai pemohon surat dan isikan data-data yang diperlukan dalam surat.
5. Klik tombol “Cetak” di bagian kanan bawah, sehingga muncul tampilan draft surat
6. Klik tombol “Cetak” berwarna merah di bagian kanan untuk melihat dokumen siap cetak
7. Siapkan printer dan kertas, klik tombol ikon printer di bagian atas untuk mencetak surat.
8. Selesai
.

O. Input Pengguna (User)

1. Login ke dalam SID
2. Masuk ke menu “Pengguna”
3. Klik tombol “Tambah User Baru” untuk menambah pengguna
4. Isikan data-data pengguna sesuai kolom yang tersedia
5. Catatan: Pengguna dibagi dalam tiga kategori (administrator, operator, dan redaksi)

Administrator: pengguna dengan akses ke semua bagian sistem
Operator: pengguna dengan akses ke semua bagian sistem, kecuali modul “Pengguna” dan penghapusan data
Redaksi: pengguna yang hanya bisa mengakses module “SMS” dan “Admin Web”

Penentuan jenis pengguna bisa ditentukan ketika mengisi data pengguna pada kolom “Group”

6. Klik tombol “Simpan”
7. Selesai
.

P. Manajemen SMS

P.1. Input Group
1. Masuk ke dalam Menu “SMS” dan sub-menu “Kontak”
2. Pilih menu di kolom kiri “Group Kontak”
3. Klik tombol “Tambah Group” untuk membuat group kontak baru
4. Isikan nama group yang akan dibuat
5. Klik “Simpan”
6. Selesai

P.2. Input Kontak
1. Masuk ke dalam Menu “SMS” dan sub-menu “Kontak”
2. Pilih menu di kolom kiri “Daftar Kontak”
3. Klik tombol “Tambah Kontak” untuk membuat group kontak baru
4. Isikan nama kontak dan nomor telepon selular yang akan dibuat
5. Klik “Simpan”
6. Selesai

P.3. Mengirim SMS
1. Masuk ke dalam Menu “SMS” dan sub-menu “SMS”
2. Pilih menu di kolom kiri “Tulis Pesan”
3. Klik tombol “Tulis Pesan Baru” untuk mengirim SMS
4. Isikan/pilih nomor telepon dan isi pesan yang akan dikirimkan
5. Klik “Kirim”
6. Selesai

P.4. Mengirim SMS Broadcast
1. Masuk ke dalam Menu “SMS” dan sub-menu “SMS”
2. Pilih menu di kolom kiri “Tulis Pesan”
3. Klik tombol “Tulis Pesan Kebanyak” untuk mengirim SMS Broadcast
4. Isikan kelompok mana saja yang akan menjadi tujuan dan isi pesan yang akan dikirimkan.
5. Klik “Kirim”
6. Selesai

P.5. Membalas SMS
1. Masuk ke dalam Menu “SMS” dan sub-menu “SMS”
2. Pilih menu di kolom kiri “Kotak Masuk”
3. Klik tombol “View Data” untuk membalas SMS
4. Tulis isi pesan yang akan dikirim
5. Klik “Kirim”
6. Selesai
.

Q. Instalasi Gammu SMS Gateway (untuk Platform Windows)

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membangun server SMS Gateway menggunakan Gammu dan Windows adalah sebagai berikut:
1. Download file .zip gammu untuk windows, file .zip Gammu dapat didownload di “http://wammu.eu/download/gammu/win32/“.
2. Ekstrak file .zip gammu yang telah didownload kedalam direktori yang diinginkan misal direktori “C“. Selanjutnya masuk ke dalam direktori: C:\Gammu-1.32.0-Windows\share\doc\gammu\examples\config
3. Cari file “gammurc” dan “smsdrc“, copy kedua file tersebut dan masukan kedalam direktori C:\Gammu-1.32.0-Windows\bin
4. Install modem yang akan digunakan untuk mengirim dan menerima sms, kemudian lihat port modem yang aktif di dalam device manager dengan langkah masuk Control Panel -> Device Manager. Perhatikan letak port com device (modem) yang terinstal.
5. Ubah file “gammurc” bagian “device” disesuaikan dengan port “UI Interface” yang aktif pada device manager, sedangkan untuk “connection” sesuaikan dengan modem/hp yang digunakan. misal pada modem ini tipe connection-nya “at“, daftar tipe connection dapat dilihat pada link “http://wammu.eu/phones/“. Contoh isi file gammurc adalah sebagai berikut:

[gammu]
device = com6:
connection = at115200

6. Selanjutnya masuk ke dalam command prompt dengan klik Start -> ketik “cmd” -> tekan Enter.
7. Masuk ke direktori bin yang ada dalam hasil ekstrak file .zip gammu, misalnya cd Gammu-1.32.0-Windows\bin.
8. Ketikkan perintah “gammu identify“. Jika modem sudah terbaca berarti sukses sampai tahap ini.
9. Ubah file “smsdrc” pada bagian “device” dan “port” sesuaikan dengan “UI Interface” seperti pada fil gammurc, begitu juga pada bagian “connection” sesuaikan dengan modem/hp yang digunakan seperti pada file gammurc.

Isi file smsdrc adalah sebagai berikut:
[gammu]
device = com6:
connection = at
[smsd]
port = com6:
connection = at
PIN = 1234
debuglevel = 0
commtimeout = 30
sendtimeout = 30
servive = mysql
checksecurity = 0
user = root
password =
pc = localhost
database = sms
driver = native_mysql

10. Ketikan perintah “gammu-smsd -c smsdrc -i“. perintah ini bertujuan untuk membuat service gammu pada komputer.
11. Selanjutnya jalankan service gammu yang sudah terinstall dalam “Control Panel > Administrative Tools>services”
.

R. Langkah Back-Up Data SID

1. Buka web browser (Mozilla Firefox) dan ketikkan di address bar ‘localhost/phpmyadmin’
2. Di sebelah kolom kiri terdapat beberapa nama database, klik pada database yang akan di eksport (backup)
3. Klik pada tab “Export”
4. Klik “Go” untuk mengunduh database Anda pada bagian bawah.
5. Selesai
.

S. Langkah Restore (Eksport) Data SID

1. Buka web browser (Mozilla Firefox) dan ketikkan di address bar ‘localhost/phpmyadmin’
2. Di sebelah kiri terdapat beberapa nama database, klik pada database yang akan di direstore.
3. Klik menu ‘Drop’ dan tekan tombol ‘Yes’ pada konfirmasi.
4. Buat database baru dengan nama SID.
5. Pilih database ‘SID’ dan klik menu ‘Import’
6. Klik ‘Browse’ dan pilih file yang telah didownload tadi (misal: SID.sql)
7. Klik ‘Go’
8. Selesai.
.

T. Menghilangkan Header dan Footer dalam Cetak Surat

T.1. Mozilla Firefox
1. Pilih menu File-Page Setup pada browser Mozilla Firefox
2. Pilih tab ‘Margin & Header/Footer’
3. Pilih pilihan ‘Blank’ pada semua menu
4. Klik ‘OK’
5. Selesai

T.2. Google Chrome
1. Pilih gambar kotak kecil garis-garis di pojok kanan atas
2. Klik ‘Print…’
3. Hilangkan tanda check (√) pada kolom ‘Headers and Footers’
4. Selesai
.

U. Langkah Import Data dari Excel

1. Siapkan file excell dalam format seperti file “Contoh.xls” (dalam paket master aplikasi SID 3.0)
2. Buka web browser (Mozilla Firefox)
3. Ketik alamat web localhost/impor
4. Enter
5. Pilih tombol ‘Browse’ dan pilih file excell yang akan diimpor (contoh: file “Contoh.xls”)
6. Klik tombol ‘Impor’
7. Setelah proses impor berhasil maka akan muncul tulisan: “Proses Import Data Selesai”
.

V. Setting php.ini untuk Memperbesar Nilai Waktu Eksekusi Import Data

Ketika impor data gagal maka diperlukan waktu yang lebih lama untuk mengeksekusi data. Langkah untuk
memperbesar waktu eksekusi sebagai berikut :
1. Buka file php.ini dengan tipe file Comfiguration Setting
2. Cari kata max_execution_time dan max_input_time dan ubah angkanya menjadi 3600 atau yang lebih besar.
3. Simpan
4. Restart XAMPP Control Panel
.

W. Setting WIFI Lokal

1. Siapkan access point
2. Hidupkan access point (sambungkan dengan jaringan listrik)
3. Reset access point dengan tekan tahan lubang kecil yang ada dibagian belakang kemudian masukkan colokkan kabel power adaptornya dengan keadaan masih ditahan tombol reset tadi, tunggu hingga kira-kira 10 detik kemudian lepas. Ini bertujuan untuk mengembalikan settingan default dari Access Point, yaitu :

User Name : admin
Password : admin
IP Address: 192.168.1.254 (atau bisa dilihat langsung di bagian bawah Access Point)

4. Setelah itu pastikan kabel UTP sudah dalam keadaan terkoneksi dari Access Point ke PC/Laptop lalu setting IP PC menjadi satu subnet dengan IP Access Point yaitu:

IP Address : 192.168.1.x (selain 254)
Subnet Mask : 255.255.255.0

5. Jika sudah buka browser anda kemudian ketikkan alamat IP dari IP Access Point yaitu 192.168.1.254 lalu tekan “Enter”, kemudian masukkan username dan password, kemudian pilih “Log in”
6. Setelah itu akan muncul sebuah kotak dialog Authentication Required. Isikan username dengan admin dan isikan password dengan admin. Kemudian klik OK.
7. Kemudian akan muncul sebuah halaman web
8. Setelah itu lakukan pengaturan wireless dengan meng-klik teks Wireless pada jendela sebelah kiri kemudian pilih Wireless Setting.
9. Pengaturan yang perlu dilakukan adalah pengaturan SSID (nama jaringan), Region, Channel (untuk informasi mengenai channel wireless, klik disini), dan Mode. Yang lainnya adalah pengaturan opsional (tergantung kebutuhan). Dalam hal ini saya membuat nama jaringan (SSID) yaitu tujuh. Setelah semua pengaturan selesai, klik Save.
10. Setelah itu lakukan pengaturan untuk DHCP agar device yang terkoneksi akan mendapatkan IP secara otomatis dari access point. Klik teks DHCP pada jendela sebelah kiri, kemudian pilih DHCP Settings, klik Save.
11. Setelah semua pengaturan selesai diberikan, reboot access point dengan meng-klik teks System Tools kemudian pilih Reboot.
12. Sistem access point akan restart dalam beberapa saat yang diindikasikan oleh persentase.
13. Setelah proses restarting selesai, maka selanjutnya adalah lakukan pengetesan jaringan access point yang baru dibuat. Gunakan sebuah laptop lain untuk mengakses jaringan wireless, misal dengan nama: “tujuh”. Kemudian lihatlah IP DHCP yang diperoleh laptop tersebut selama terkoneksi dengan jaringan “tujuh”.
.

Dokumen panduan ini disusun oleh Tim Teknologi Informasi COMBINE Resource Institution.

Anda bisa mengunduh dokumen panduan ini di sini (.pdf) 7.0 MB