Melacak Capaian Triwulan III

Berdasarkan dokumen Prioritas Triwulan Program Lumbung Komunitas (LK) COMBINE Resource Institution (CRI) per 2013 [1], bulan Oktober adalah awal Triwulan IV. Triwulan III yang berlangsung pada periode Juli – September 2013 memiliki empat rencana kegiatan, meliputi:
1. FGD 2 – Road Map Pengembangan dan Pemanfaatan SID untuk Jaringan Komunitas dan Isu.
2. Seminar Nasional – SID untuk mendukung proses Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP); Laporan Hasil Proyek Percontohan di 6 Desa di Kabupaten Gunungkidul
3. Upgrade dan penerapan SID di 8 wilayah [2]
4. Kampanye dan promosi SID 3.0 ke wilayah baru (Jawa dan luar Jawa; perdesaan dan perkotaan)
5. Analisis dan Desain SID 4.0

Sementara, Triwulan IV yang akan berjalan di bulan Oktober – Desember 2013 memiliki rencana kegiatan sebagai berikut:
1. FGD 3 – Road Map Integrasi SID dan Sistem Pemerintah di Level Desa dan Supra Desa
2. Upgrade dan penerapan SID 3.0 di 8 wilayah
3. Kampanye dan promosi SID 3.0 ke wilayah baru (Jawa dan luar Jawa; perdesaan dan perkotaan)
4. Analisis dan Desain SID 4.0

Aplikasi perangkat lunak Sistem Informasi Desa (SID) versi 3.0 telah siap dirilis pada bulan Juni 2013. Pada Minggu I Juli 2013, aplikasi SID 3.0 mulai diterapkan di 6 desa peserta program di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Enam desa ini merupakan desa penerap SID dan AKP yang difasilitasi oleh tim Perkumpulan IDEA dan CRI dengan dukungan pendanaan dari Ford Foundation sejak akhir tahun 2011 [3]. Proses upgrade aplikasi dari SID 2.2 ke SID 3.0 di 6 desa di wilayah Kecamatan Patuk dan Kecamatan Panggang, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta itu menandai tercapainya satu tahap pada Triwulan III.

Sejalan dengan satu bagian dari capaian kerja itu, kemudian dilakukan pula proses kampanye dan promosi SID 3.0 ke wilayah baru, baik di Jawa maupun di luar Jawa, baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan. Wilayah baru yang menjadi sasaran kampanye dan promosi SID di Jawa meliputi 1 desa di Boyolali, 10 desa di Kebumen, sejumlah desa di Sukoharjo, 1 kampung di Yogyakarta, dan 18 desa di Gunungkidul. Sementara, kampanye dan promosi SID 3.0 yang dilakukan di luar Jawa terjadi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Desa-desa sasaran kegiatan itu tersebar di wilayah Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur [4]. Namun, sebenarnya, sejak bulan April – Juni 2013 (Triwulan II), SID 3.0 Beta telah mulai dilatihkan pula di 5 kabupaten di Nusa Tenggara Barat (NTB) [5]. Baik di NTT maupun di NTB, SID 3.0 diterapkan oleh CRI bekerjasama dengan lembaga lokal dan Tim Program ACCESS Phase II yang menjadi donor untuk kegiatan di wilayah tersebut.

Namun, proses upgrade SID 3.0 ini tidak bisa serentak dilakukan di 8 wilayah lain di Jawa. Ada kendala pada infrastruktur server CRI yang memaksa tim teknologi informasi CRI harus fokus melakukan pembenahan. Proses pembenahan pada server ini kemudian sekaligus menjadi tahap untuk melakukan upgrade sebagian besar website desa ke SID 3.0 terlebih dahulu, walaupun SID di desa belum semuanya terbarui ke SID 3.0. Hingga waktu Triwulan III usai di akhir bulan September 2013, baru desa-desa di wilayah Gunungkidul, Kebumen, serta di NTB dan NTT yang telah memakai/terbarui ke SID versi 3.0. Jumlah wilayah sasaran yang banyak dan tersebar ini menjadikan desa-desa di wilayah Bantul, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, Magelang, dan Temanggung masih harus menanti diperbarui aplikasinya pada Triwulan IV. Selain itu, dua agenda lain juga harus menanti dilaksanakan hingga Triwulan IV, yakni FGD 2 dan seminar nasional. Sementara, agenda analisis dan desain aplikasi SID 4.0 lebih diarahkan pada revisi dan upgrade fungsi-fungsi SID 3.0.

.

Langkah Taktis di Awal Triwulan IV

Jelang akhir tahun program, pelaksanaan prioritas program harus dikelola lebih taktis. Hal-hal dasar harus segera dilakukan untuk memenuhi target dan kewajiban pendampingan terhadap desa-desa peserta program, tanpa meninggalkan proses membangun landasan untuk target tahap berikutnya. Jadi, selama periode Oktober – November 2013, tim program Lumbung Komunitas CRI yang bertugas sebagai fasilitator penerapan SID merencanakan proses upgrade SID 3.0 di desa-desa di wilayah selain Gunungkidul, Kebumen, NTB, dan NTT. Desa-desa di wilayah  Bantul, Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali, Magelang, dan Temanggung harus terbarui aplikasinya ke SID 3.0 dalam waktu dua bulan. Proses ini dinilai penting untuk memudahkan langkah berikutnya; proses pemanfaatan yang terintegrasi.

Pemanfaatan adalah fokus tahun ke-4 program penerapan SID yang dikelola dalam program Lumbung Komunitas di CRI [6]. Tahap ini diletakkan sejak awal tahun 2013 ini mengingat salah satu target dari dirilisnya aplikasi SID 3.0 adalah terbangunnya fungsi module Analisis. Module Analisis di SID 3.0 ini adalah bagian utama yang akan mendorong berjalannya fungsi pemanfaatan aplikasi SID secara lebih optimal. Bagian ini dicapai setelah SID mendapatkan model pengelolaan data dasar berupa basis data kependudukan, baik pada tingkat individu maupun keluarga. Pemanfaatan data dasar kependudukan untuk olah data statistik dasar dan pelayanan administrasi kependudukan untuk publik akan semakin dikuatkan dengan fungsi Analisis. Fungsi Analisis ini ditujukan pada ranah aset atau sumber daya komunitas yang bisa diolah dengan memanfaatkan data kependudukan sebagai rujukan. Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) yang diujicobakan di 6 desa peserta program di Gunungkidul adalah purwarupa dari model pemanfaatan SID ke tahap selanjutnya.

Berdasarkan review atas aplikasi SID 3.0 yang telah diupgradekan ke komputer 6 desa di Gunungkidul bulan Juli 2013 lalu, aplikasi SID 3.0 telah melalui proses revisi. Proses revisi selama bulan September – Oktober 2013 menghasilkan aplikasi SID 3.1. Update versi ini difokuskan pada fungsi module Analisis yang mampu mengelola jenis data apapun dengan menggunakan fungsi yang terbuka. Dengan rumus standard yang sederhana, fungsi Analisis di SID 3.1 ini akan dapat menghimpun segala macam indikator dan jawaban atas isu/topik apapun. Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) yang diujicobakan di Gunungkidul sangat terdukung dengan fungsi ini. Enam desa di Gunungkidul memperbarui diri ke SID 3.1 pada tanggal 28-30 Oktober 2013. Dengan terbaruinya SID di 6 desa [7], proses uji publik sebagai langkah verifikasi data analisis secara terbuka di tingkat desa/dusun, langkah awal menuju skema pemanfaatan SID pada tujuan utamanya sebagai sistem pendukung olah data-informasi sumber daya komunitas semakin dekat dan menguat.

Pemanfaatan melalui pengelolaan data aset yang dapat dilakukan dengan adanya module Analisis di SID ini memerlukan proses perumusan. Rumusan ini meliputi dua hal. Pertama, rumusan variabel dan indikator yang akan dijadikan rujukan olah data untuk setiap isu yang akan dikelola dengan SID. Kedua, rumusan langkah untuk membantu komunitas desa bisa mengelola data-informasi tentang aset dengan SID. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tim LK CRI pada akhir bulan November 2013 ini akan mengadakan FGD 2 tentang  Road Map Pengembangan dan Pemanfaatan SID untuk Jaringan Komunitas dan Isu, FGD ini akan mengundang para pakar/analis/praktisi isu-isu yang relevan dengan konteks desa. FGD ini diarahkan untuk menghasilkan daftar isu yang dapat diolah data-informasinya dengan memanfaatkan SID sesuai kebutuhan komunitas desa. Para pakar ini akan berperan merencanakan sebuah proses penyusunan model analisis aset/sumber daya komunitas di tingkat desa untuk beragam isu yang akan dijalankan bersama secara partisipatif dengan pemerintah desa dan masyarakat desa. FGD yang menghasilkan jejaring pakar pendorong pemanfaatan SID untuk lintas isu ini kemudian akan berperan untuk memberikan pelatihan penerapan analisis aset/sumber daya tersebut kepada desa-desa penerap SID. FGD ini direncanakan akan dilangsungkan pada akhir Minggu IV November 2013. Sementara, pelatihan kepada jaringan desa penerap SID oleh para pakar ini akan dilakukan di akhir Minggu II Desember 2013 dalam sebuah lokakarya nasional desa-desa penerap SID yang akan digelar di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul. Dua tahap ini akan menjadi tahap awal dari proses pemanfaatan SID yang lebih optimal dengan adanya fungsi module Analisis.

Selanjutnya, memasuki tahun 2014, setiap desa penerap SID diarahkan untuk mulai melakukan proses analisis aset/sumber daya yang terkait dengan isu terelevan dengan kebutuhan desanya masing-masing. Contoh penerapan model analisis aset/sumber daya dengan dukungan SID untuk proses Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) di Gunungkidul dapat menjadi contoh baik untuk beragam isu lain. Fungsi SID yang terbuka ini diharapkan dapat mempermudah dan memperluas ranah kebermanfaatan SID, selain untuk olah data dasar kependudukan dan pelayanan administrasi kependudukan yang selama ini diperankan secara terbatas oleh Pemerintah Desa, sebagai bagian dari lembaga pemerintahan desa. Dengan adanya fungsi analisis aset/sumber daya yang akan bisa dikelola dengan melibatkan beragam kelompok masyarakat sesuai isu yang akan diolah data-informasinya, diharapkan SID akan semakin menguatkan kapasitas dan kualitas kerjasama komunitas desa. Tahap selanjutnya adalah membantu desa untuk memastikan bahwa data-informasi terolah ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan data dalam proses perencanaan pembangunan desa dan kawasan. Hal ini akan didukung dengan penyusunan “Road Map Integrasi SID dan Sistem Pemerintah di Level Desa dan Supra Desa” yang modelnya juga akan dirumuskan berdasarkan pengalaman di wilayah Gunungkidul dan Kebumen. Proses yang terbuka ini akan potensial dikelola bersama oleh jejaring desa penerap SID dengan para pihak yang selama ini memiliki komitmen positif dalam penerapan dan pengembangan SID.

(Elanto Wijoyono)

.

Catatan:

1. Lihat di http://lumbungkomunitas.net/2013/02/prioritas-triwulan-program-lumbung-komunitas-per-2013/
2. Meliputi: 1. Gunungkidul, 2. Sleman, 3. Bantul, 4. Yogyakarta, 5. Klaten, 6. Boyolali, 7. Magelang, 8. Temanggung
3. Lihat di http://lumbungkomunitas.net/2013/07/enam-desa-di-gunungkidul-lakukan-analisis-kemiskinan-dengan-sid/
4. Lihat di http://lumbungkomunitas.net/program/wilayah/nusa-tenggara-timur/
5. Lihat di http://lumbungkomunitas.net/2013/03/sid-siap-diterapkan-di-ntb-ntt/   dan  http://lumbungkomunitas.net/2013/06/2013069-18-lokalatih-sidsaid-di-bima-dompu-dan-lombok-utara/
6. Lihat di http://lumbungkomunitas.net/2013/01/pemanfaatan-fokus-tahun-ke-4-program-penerapan-sid/
7. Enam desa ini meliputi Desa Nglegi, Desa Nglanggeran, dan Desa Beji di Kecamatan Patuk, serta Desa Girikarto, Desa Girimulyo, dan Desa Girisuko di Kecamatan Panggang. Kesiapan keenam desa ini untuk melakukan uji publik/verifikasi data hasil Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) setelah proses upgrade ke SID 3.1 dapat dibaca di http://lumbungkomunitas.net/2013/11/enam-desa-adakan-uji-publik-untuk-verifikasi-data-akp/