Minggu I dan II November 2013, enam desa peserta program penerapan Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) dengan dukungan Sistem Informasi Desa (SID) di Gunungkidul, D.I. Yogyakarta menyelenggarakan tahap uji publik. Tahap ini merupakan langkah verifikasi atas hasil sensus AKP yang telah diolah dengan aplikasi perangkat lunak SID. Aplikasi SID yang telah dioperasikan di kantor desa telah mampu menerbitkan daftar keluarga dengan status kaya, sedang, miskin, atau sangat miskin berdasarkan olah data AKP. Olah data secara kuantitatif ini akan diuji kembali dalam pertemuan warga di tingkat dusun untuk mendapatkan permufakatan sebelum diputuskan sebagai data keluarga miskin untuk desa masing-masing. Pertengahan bulan November 2013 ini ditargetkan akan terhimpun data AKP dari 6 desa yang telah terverifikasi oleh warga hingga ke tingkat dusun.

Proses ini merupakan lanjutan dari program yang telah berjalan sejak 2011 di Desa Nglegi, Desa Nglanggeran, dan Desa Beji di Kecamatan Patuk, serta Desa Girikarto, Desa Girimulyo, dan Desa Girisuko di Kecamatan Panggang. AKP merupakan alat analisis yang dirumuskan oleh keenam desa ini dengan dipandu oleh tim Perkumpulan IDEA. Sejak awal tahun 2013 ini, proses pendataan dalam bentuk sensus terhadap nilai aset/sumber daya di tingkat keluarga dilakukan. Seluruh data yang terhimpun kemudian diolah dengan aplikasi SID yang telah dioperasikan di kantor desa sejak tahun 2012 dengan dukungan dari COMBINE Resource Institution (CRI). Dengan telah terhimpunnya basis data kependudukan di dalam SID, proses olah data sensus AKP ini akan berjalan dengan efektif dan akurat. Pada minggu IV Oktober 2013 lalu, aplikasi SID di enam desa ini telah diupgrade ke versi termutakhir, SID 3.1.

Inisiatif pengelolaan data keluarga miskin di enam desa ini adalah bagian dari program nasional Strategic Alliance for Poverty Alleviation (SAPA – http://sapa.or.id) yang dipimpin oleh Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia. Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu wilayah ujicoba program perumusan indikator lokal untuk analisis kemiskinan secara partisipatif. Rumusan indikator ini kemudian dikombinasikan dengan alat pengolah data yang memanfaatkan aplikasi SID yang telah dikembangkan oleh CRI sejak tahun 2009. Bekerja sama dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Gunungkidul dan Bappeda Kabupaten Gunungkidul, program percontohan di enam desa ini dipersiapkan untuk mulai direplikasi ke perwakilan desa dari setiap kecamatan di Gunungkidul.

Elanto Wijoyono