Apa saja yang akan dibahas dan dipelajari bersama dalam setiap sesi workshop GREGET DESA hari ini (13/12)?

Workshop Pembuka: Media Komunitas untuk Penguatan Manfaat SID
Fasilitator: Akhmad Nasir, Antonius Birowo (UAJY)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 14.30 – 17.00
Membangun pemahaman bersama komunitas desa tentang Sistem Informasi Desa (SID) adalah hal utama yang harus dibangun sejak awal. Inisiatif SID yang diawali dari pemerintah desa di setiap wilayah harus bisa membuka kesempatan partisipasi dan kolaborasi dengan komunitas/warga. Peran media komunitas di tingkat desa penting untuk memetakan potensi penerapan SID yang bisa menjangkau seluruh kelompok komunitas/warga desa. Sesi ini akan mengupas pula bagaimana mengelola SID sebagai sebuah media bersama, baik di tingkat internal desa maupun di tingkat jejaring antar desa. Pemahaman yang utuh tentang SID akan mendorong kebermanfaatan SID lebih luas.

.

Workshop 1: Akuntabilitas Sosial untuk Penanggulangan Kemiskinan
Fasilitator: Wasingatu Zakiah (IDEA)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 14.30 – 17.00
Ada banyak program penanggulangan kemiskinan yang diluncurkan oleh pemerintah hingga ke tingkat desa. Pada sisi lain, komunitas desa juga memiliki peran dalam proses pengelolaan program-program penanggulangan kemiskinan. Salah satu hal yang perlu dikuatkan dalam proses ini adalah membangun akuntabilitas sosial di dalam lingkup komunitas desa. Akuntabilitas sosial akan mendorong penguatan proses pengelolaan program penanggulangan kemiskinan yang lebih baik dan terpercaya.

.

Workshop 2: Perencanaan Penganggaran untuk Penanggulangan Kemiskinan
Fasilitator: Tenti Kurniawati (IDEA)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 14.30 – 17.00
Kemiskinan tidak hanya terkait dengan ketidaktersediaan aset atau sumber daya di tingkat desa. Kemiskinan juga dipengaruhi oleh faktor perencanaan penganggaran, dari tingkat desa hingga daerah yang tidak tepat guna. Jadi, kemiskinan merupakan salah satu dampak dari sistem perencanaan yang keliru. Dengan memahami dan menerapkan proses perencanaan penganggaran yang benar, potensi kemiskinan yang muncul bisa dikurangi atau dihindari.

.

Workshop 3: Pemanfaatan SID dalam Sektor Pertanian
Fasilitator: Achmad Darojat (SPPQT)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 14.30 – 17.00
Pertanian adalah salah satu bidang terpenting dalam kehidupan perdesaan. Pada sisi lain, potensi ini bisa relatif menurun, baik kuantitas maupun kualitas pengelolaannya. Perlu ada langkah untuk mendukung manajemen pertanian yang lebih tepat guna. Data desa bisa digunakan untuk menguatkan proses tersebut, terlebih jika data desa bisa memuat potensi hingga ke tingkat keluarga. Tim Serikat Paguyuban Petani Qaryyah Thayibah (SPPQT) Salatiga yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia pertanian akan membantu peserta untuk memahami langkah-langkah membangun sektor pertanian dengan dukungan SID.

.

Workshop 4: Pemanfaatan SID dalam Sektor Pelestarian Lingkungan
Fasilitator: Halik Sandera (WALHI Yogyakarta)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 14.30 – 17.00
Lingkungan hidup dimulai sejak dari tingkat keluarga dan rumah tangga. Pengelolaan lingkungan di lingkup yang terkecil dan terdekat akan membantu menjamin kualitas kelestarian lingkungan hidup yang sehat bagi komunitas desa. SID yang telah mampu menghimpun data dasar dan data potensi hingga tingkat keluarga akan sangat potensial digunakan untuk menguatkan proses pengelolaan lingkungan berbasis data desa.

.

Workshop 5: Pemanfaatan SID dalam Sektor Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP)
Fasilitator: Bambang Hery P. (IDEA)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 19.30 – 21.00
Program-program penanggulangan kemiskinan selama ini banyak dikelola secara terpusat. Data yang dihimpun di tingkat desa tidak memiliki jaminan kualitas keakuratan dengan metode yang selama ini digunakan. Penentuan indikator dan penghitungan indeks kemiskinan tidak dilakukan secara terbuka dan menjadi kewenangan penuh pemerintah di tingkat pusat. Akibatnya, banyak program penanggulangan kemiskinan yang tidak tepat sasaran. Inisiatif penerapan AKP di Gunungkidul sejak tahun 2011 menjadi contoh kasus bagaimana desa bisa membangun sistem analisis mandiri dengan dukungan SID. Data dasar di tingkat desa sangat berguna untuk melandasi proses analisis kemiskinan yang terbuka dan akurat.

.

Workshop 6: Pemanfaatan SID dalam Sektor Pengurangan Risiko Bencana
Fassilitator: Rinto Andriono (UNDP), Mart Widarto
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 19.30 – 21.00
Salah satu hal yang selalu berulang pada setiap kejadian bencana adalah data yang tak akurat yang menjadi proses penanggulangan bencana tidak berjalan dengan baik. Pendataan di wilayah bencana sering dilakukan justru ketika bencana sudah terjadi. Dengan SID, data desa bisa dibangun sebagai bagian dari skema mitigasi di tingkat desa. Sejumlah studi kasus dan gagasan penerapan SID untuk mendukung inisiatif pengurangan risiko bencana di tingkat desa dan antar desa akan didiskusikan dalam sesi ini.

.

Workshop 7: Pemanfaatan SID dalam Sektor Kehutanan
Fasilitator: Dwi Nugroho (AruPA)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 19.30 – 21.00
Pohon dan hutan adalah salah satu aset desa yang selain bermanfaat untuk kelestarian lingkungan hidup juga memiliki aspek produktif. Namun, pemanfaatannya sebagai aset harus melalui manajemen yang tepat dan akurat agar justru tidak menimbulkan dampak negatif. Beberapa desa memiliki pengalaman melakukan pendataan aset pohon dan hutan di tingkat desa secara akurat yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung manajemen hutan yang lestari dan sekaligus berdampak ekonomis. SID yang memuat himpunan data potensi desa hingga tingkat keluarga sangat potensial dikembangkan manfaatnya dalam sektor kehutanan.

.

Workshop 8: Pemanfaatan SID dalam Sektor Pelayanan Publik
Fasilitator: Yohannes Supramono
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 19.30 – 21.00
Salah satu peran utama pemerintah desa adalah memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Pelayanan publik ini tidak terbatas pada urusan administrasi dan surat-menyurat, tetapi juga termasuk pada layanan data dan informasi publik. Hal ini menjadi keniscayaan mengingat pemerintah desa dan lembaga masyarakat di tingkat desa merupakan badan publik yang harus siap mengelola data dan informasi publik. SID dengan muatan data dan informasi yang dimilikinya memiliki potensi besar untuk mendukung desa menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik yang optimal.

.

Workshop 9: Pengelolaan Transparansi Informasi Komunitas
Fasilitator: Hernindya Wisnu Adjie (SIAR)
Tempat: SDN Doga, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul
Pukul: 19.30 – 21.00
Informasi komunitas pada banyak hal juga termasuk sebagai informasi publik yang dikelola secara mandiri oleh komunitas. Komunitas memiliki daya dan kemampuan untuk mengelola pengetahuan dan informasi yang penting dan dibutuhkan. Selain itu, informasi yang dikelola secara mandiri dan terbuka dapat mendorong komunitas tersebut semakin akuntabel pada beragam ranah. Media komunitas akan menjadi salah satu bagian penting yang akan berperan dalaam proses ini.

.

http://gregetdesa.wordpress.com/2013/12/13/workshop-greget-desa-hari-i/