Catatan Akhir Tahun Lumbung Komunitas (2) – Kabupaten Gunungkidul

Visi pengembangan dan penerapan Sistem Informasi Desa (SID) untuk menuju pengelolaan data dan informasi sumber daya komunitas semakin dekat dengan adanya fungsi Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP). AKP adalah sebuah skema pendataan indeks kemiskinan secara partisipatif yang dikembangkan oleh tim Perkumpulan IDEA. Model pendataan ini diterapkan dalam sebuah program ujicoba di 6 desa di wilayah Kabupaten Gunungkidul sejak tahun 2011. Setelah melalui proses perumusan selama tahun 2011 – 2012 bersama komunitas di 6 desa, kebutuhan fungsi analisis tersebut mulai diterapkan di aplikasi SID pada tahun 2013.

Model pendataan AKP yang sederhana itu menyimpan potensi fungsi yang sangat luas dan terbuka. Fungsi module “Analisis” yang pada tahap ini disediakan untuk mewadahi kebutuhan tujuan AKP, ke depan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan analisis beragam sektor/isu. Dengan berlandaskan pada data dasar kependudukan, AKP bisa menjadi model atau contoh pemanfaatan olah data dengan SID untuk isu yang beragam pada sektor apapun. Hal ini menjadikan aspek kebermanfaatan SID untuk lingkaran komunitas yang lebih luas bisa semakin dekat.

AKP mulai dijalankan proses pendataannya selama Semester I Tahun 2013. Pada tahap ini, ada 6 desa yang menerapkannya, yakni Desa Nglegi, Desa Nglanggeran, dan Desa Beji di Kecamatan Patuk, serta Desa Girikarto, Desa Girimulyo, dan Desa Girisuko di Kecamatan Panggang. Keenam desa itu berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Proses ini berjalan melalui skema program Strategic Alliance for Poverty Alleviation (SAPA) yang di kabupaten ini dikerjakan bersama oleh CRI, Perkumpulan IDEA, dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPKD) Kabupaten Gunungkidul. Pada bulan Agustus 2013, ada 18 desa lain yang masing-masing desa mewakili satu kecamatan, juga menerapkan AKP dan SID. Proses ini berjalan melalui skema program yang dikelola oleh tim PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Gunungkidul.

Dengan telah diterapkannya SID dan AKP di setiap desa di satu wilayah kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, upaya untuk membangun jejaring data dan informasi antar desa dan juga dengan supra desa mulai terwujud. Tim CRI yang berkerjasama dengan Perkumpulan IDEA terus berkoordinasi dengan TKPKD Kabupaten Gunungkidul yang juga merupakan tim kerja di Bappeda Kabupaten Gunungkidul. Model AKP yang diujicobakan di 24 desa ini akan dievaluasi agar bisa semakin menajamkan aspek kebermanfaatannya bagi desa dan kabupaten. Secara umum, pengalaman penerapan AKP dengan dukungan SID di Kabupaten Gunungkidul telah mendapatkan tanggapan dan dukungan positif dari para pihak, baik di tingkat desa, kabupaten, provinsi, maupun nasional. Sejumlah pertemuan dengan para pihak, yang dipuncaki dengan Seminar Nasional “Pembangunan Data Kemiskinan dengan Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP)” di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul pada Sabtu, 14 Desember 2013 lalu memberikan gambaran nyata tentang tanggapan positif tersebut. Melalui jejaring dalam program nasional SAPA yang dikooordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, model AKP dan SID ini direkomendasikan untuk terus dikembangkan, baik secara intensif di Kabupaten Gunungkidul, maupun secara meluas di wilayah-wilayah program SAPA lainnya di Indonesia.

(Elanto Wijoyono)