Catatan Akhir Tahun Lumbung Komunitas (4) – Kabupaten Temanggung

Penerapan SID di Temanggung dimulai pada tahun 2011 di Desa Kandangan. Penerapan SID di Desa Kandangan adalah salah satu hasil dari kegiatan Lokakarya Desa Kota Lestari di Temanggung pada bulan Maret 2011. Pada pertengahan tahun 2011, Desa Kandangan telah berhasil membangun data kependudukan dan memanfaatkannya untuk mendukung kerja pemerintahan desa.

Pada Januari 2012, interaksi dengan Bappeda Kabupaten Temanggung dimulai. Dalam beberapa seri diskusi di bulan-bulan selanjutnya, disepakati bahwa SID bisa dicoba untuk diterapkan di sejumlah desa di Kabupaten Temanggung melalui dukungan program KKN. Ujicoba ini mulai dilakukan pada bulan Juni 2012 di Kecamatan Bansari dengan dukungan KKN UKDW. Namun, proses ini gagal akibat waktu pelaksanaan program yang tidak tepat; saat itu bertepatan dengan musim tanam tembakau. Ujicoba berikutnya dilakukan pada bulan September – Oktober 2012 di empat kecamatan (Bejen, Gemawang, Bulu, dan Kedu) dengan dukungan program KKN Unnes Semarang. Sebelumnya, koordinasi antara pihak 4 kecamatan dan Bappeda Kabupaten Temanggung untuk persiapan ujicoba ini dilakukan di akhir bulan Agustus 2013.

Berdasarkan ujicoba di 5 wilayah kecamatan itu, Bappeda Kabupaten Temanggung mendapatkan keyakinan bahwa CRI memiliki kelayakan dan konsistensi yang baik dalam mengawal berjalannya gagasan bersama ini. Ada dua pertemuan yang kemudian digunakan evaluasi proses selama tahun 2012, yang diadakan di Kecamatan Bulu dan di kantor CRI pada bulan Noveber 2012. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa rencana penerapan lebih lanjut SID di Kabupaten Temanggung akan difokuskan di 1 kecamatan, yakni Kecamatan Bulu.

Berdasarkan evaluasi ujicoba penerapan SID di tahun 2012, pada awal tahun 2013 Bappeda Kabupaten Temanggung menyiapkan dua sesi pertemuan dengan jajaran SKPD dan dengan Bupati Temanggung. Sesi pertemuan dengan jajaran SKPD Kabupaten Temanggung pada bulan Februari 2013 dilakukan untuk memaparkan hasil perjalanan sosialisasi dan ujicoba penerapan SID selama tahun 2012. Selain itu, pertemuan dengan jajaran SKPD ini untuk melihat potensi dukungan penerapan program dari SKPD. Hasilnya, Bappeda Kabupaten Temanggung berhasil menghubungkan CRI dengan Dinas Hubkominfo Kabupaten Temanggung untuk penerapan SID lebih lanjut di Kabupaten Temanggung. Program penerapan itu akan dimasukkan dalam payung program USO Indonesia. Program USO Indonesia yang dikelola oleh BPPKI Yogyakarta (UPT Kemenkominfo) berhasil dirancang agar bisa difokuskan penerapannya di satu wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Bulu, yang akan menjadi lokasi penerapan SID secara keseluruhan. Dengan demikian, proses penerapan SID di Temanggung akan menjadi yang pertama yang akan membangun sistem dari tingkat desa ke tingkat supradesa secara utuh. Hasil koordinasi antara Bappeda Temanggung, Dishubkominfo Temanggung, dan BPPKI Yogyakarta pada bulan Maret 2013 kemudian dipresentasikan langsung ke hadapan Bupati Temanggung pada awal Mei 2013.

Walaupun pada bulan Juni 2013 ada pergantian tampuk pimpinan kepala daerah di Kabupaten Temanggung, tetapi rencana dan peta jalan penerapan SID di Kabupaten Temanggung telah siap. Sudah ada wilayah program yang ditentukan, yakni di Kecamatan Bulu, yang meliputi 19 desa plus 1 desa (Desa Kandangan). Kemudian, dukungan dari jajaran SKPD (Dishubkominfo sebagai koordinator dan Bappeda sebagai supervisor untuk konteks perencanaan daerah) juga sudah didapatkan komitmennya. Pertemuan dengan Bupati Temanggung terdahulu di bulan Mei 2013 juga menjadi penentu bahwa proses ini akan terus mendapatkan dukungan kelembagaan pada periode kepemimpinan selanjutnya.

Selama bulan Mei – Juni 2013, CRI dan BPPKI Yogyakarta melakukan proses penyiapan aplikasi SID yang akan diterapkan dalam program USO Indonesia. BPPKI telah menyetujui bahwa sistem website desa yang akan digunakan dalam program adalah SID yang akan sekaligus berfungsi sebagai website desa. Pada bulan Juli 2013 ini, program USO Indonesia akan dimulai pelaksanaannya di lapangan. Ada dua tahap yang akan dilakukan, yakni FGD dengan parap pihak dan perwakilan desa di Kecamatan Bulu, serta pelatihan pengelolaan website desa. Program USO Indonesia ini akan mengawali proses intensifikasi penerapan SID sebagai jaringan komunitas yang terhubung dalam satu wilayah kecamatan. Dengan berjalannya sistem seperti itu maka akan sangat mudah untuk merancang sistem di supra desa dan menghubungkannya dengan gagasan
pemanfaatannya untuk proses perencanaan dari tingkat desa hingga daerah. Bappeda Temanggung mengarahkan proses pembangunan dan penerapan SID ini untuk mendukung implementasi e-Gov di Temanggung. Pada ranah teknis, sudah ada dukungan dari Akademis Komunitas Temanggung yang dapat berperan sebagai tim helpdesk lokal melalui mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika.

(Elanto Wijoyono)