Catatan Akhir Tahun Lumbung Komunitas (3) – Kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang

Salah satu desa pembangun gagasan Sistem Informasi Desa (SID) adalah Desa Balerante di Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Desa yang terletak di lereng tenggara Gunungapi Merapi itu menyampaikan gagasan tentang SID kepada COMBINE Resource Institution (CRI) sejak tahun 2008. Pada medio 2009, ujicoba versi pertama SID telah dilakukan di Desa Balerante. Pemerintah Desa Balerante berinisiatif mengajak serta 7 desa lain di wilayah Kecamatan Kemalang untuk turut membangun SID. Pada kejadian erupsi Merapi di akhir tahun 2010, Desa Balerante bisa memanfaatkan sejumlah fungsi olah data dasar kependudukan dalam SID di pengungsian di Depo Angkatan Darat di Wedi, Klaten. Sebuah kantor desa darurat didirikan oleh Pemerintah Desa Balerante dan dengan dukungan SID, data-data penting yang dibutuhkan selama pengungsian berlangsung dapat dilayani dengan baik.

Belajar dari pengalaman Desa Balerante tersebut, inisiatif mengembangkan SID di lingkar Merapi pun dikuatkan. Dengan memanfaatkan kerja bersama yang telah aktif di JALIN Merapi yang mencakup empat wilayah kabupaten di lingkar Merapi, SID diterapkan sebagai bagian dari jaringan informasi berbasis komunitas. Pada tahun 2012, melalui program TIKUS DARAT bekerjasama dengan UNDP Merapi Rehabilitation and Reconstruction menginisiasi penerapan SID di sejumlah desa di lingkar Merapi, meliputi wilayah Kabupaten Sleman (Desa Wukirsari, Desa Kepuharjo, dan Desa Glagaharjo), Kabupaten Magelang (Desa Sirahan dan Desa Jumoyo), Kabupaten Boyolali (Desa Klakah). Program ini secara khusus mencoba membangun SID untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana.

Skema ini kemudian ditindaklanjuti dengan program TANGGUH Merapi yang diinisiasi oleh CRI bersama FMYY Kobe, Jepang dan JALIN Merapi. Sesuai dengan namanya, program kolaboratif ini berupaya membangun ketangguhan masyarakat di lereng Gunungapi Merapi dengan menguatkan kapasitas masyarakatnya melalui beberapa saluran. Ada segitiga para pihak yang menjadi subjek kegiatan, yakni radio komunitas, pemerintah desa, dan tim siaga desa/organisasi pengurangan risiko bencana.