Membangun komunitas yang tangguh dalam menghadapi potensi ancaman bencana di lingkungannya adalah visi yang akan dibangun di komunitas yang hidup di lereng Merapi. Sebagai salah satu gunungapi aktif, keberadaan Merapi menjadi sangat vital pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat perdesaan di sekelilingnya. Pengalaman erupsi yang terjadi berulang kali dalam sekian dasarwarsa terakhir menjadikan upaya penanggulangan ancaman bencana erupsi menjadi salah satu prioritas perencanaan dan kegiatan pembangunan. Tentu saja, inisiatif paling dasar akan muncul di tingkat desa, yang menjadi bagian terdepan dalam beragam upaya mengharmoniskan kehidupan bersama potensi ancaman Gunungapi Merapi.

Tiga Pihak Pewujud Komunitas Tangguh

Ada tiga pihak yang memiliki potensi sebagai pendorong terbangunnya komunitas tangguh di tingkat desa. Pertama, pemerintah desa, sebagai pihak yang memiliki kewajiban mengelola pembangunan di tingkat desa. Pemerintah adalah pihak yang memiliki data-data vital yang berguna untuk pengambilan keputusan. Kedua, lembaga masyarakat, yang menjadi ujung tombak kegiatan-kegiatan pembangunan masyarakat. Lembaga ini bermacam-macam, seperti PKK, kelompok tani, hingga tim siaga desa atau organisasi pengurangan risiko bencana (OPRB). Lembaga masyarakat memiliki kekuatan dalam ranah aksi yang langsung di lapangan bersama warga. Ketiga, media komunitas, yang berperan menjadi jembatan informasi anatar para pihak di tingkat desa. Media komunitas ini bisa beragam wujudnya, sesuai situasi di desa setempat. Media tersebut bisa seperti radio siaran komunitas, jaringan radio komunikasi HT, forum-forum pertemuan warga, dan sebagainya.

Ketiga pihak potensial di atas bisa dihubungkan fungsi-fungsinya dalam membangun komunitas tangguh dalam sebuah payung manajemen informasi. COMBINE Resource Institution (CRI) yang turut berperan menginisiasi Jaringan Informasi Lingkar (JALIN) Merapi di 4 kabupaten mendorong inisiatif ini di bawah payung penerapan Sistem Informasi Desa (SID). SID yang berawal dari gagasan sejumlah orang staf pemerintah desa dan masyarakat desa di lereng Merapi, diterjemahkan oleh CRI menjadi sebuah platform teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung proses pembangunan di tingkat desa dan kawasan. Platform ini mulai diterapkan di sejumlah desa di Merapi sejak tahun 2009. Pada akhir tahun 2012, hingga kini, CRI memperluas ruang lingkup penerapan SID ini untuk konteks membangun komunitas tangguh bersama beberapa lembaga mitra, antara lain Radio Komunitas FMYY dari Kobe, Jepang.

Proses Program Satu Tahun ke depan

Tahun 2014 ini memasuki tahun ketiga berjalannya program kolaborasi antara CRI dan FMYY yang juga bertajuk TANGGUH Merapi. Ketiga pihak di atas diterjemahkan dalam kegiatan bersama pemerintah desa, tim siaga desa/OPRB, dan radio siaran komunitas. Ada enam desa dan lima radio siaran komunitas peserta program yang menjadi model, yang terletak tersebar di 4 wilayah kabupaten. Desa Sidorejo dan Desa Talun, dengan Radio Komunitas Lintas Merapi FM berlokasi di Klaten, Jawa Tengah. Desa Samiran dengan Radio Komunitas MMC FM berlokasi di Boyolali, Jawa Tengah. Desa Dukun dan Desa Jumoyo dengan Radio Komunitas K FM dann Lahara FM di Magelang, Jawa Tengah. Desa Kepuharjo dengan Radio Komunitas Gema Merapi FM di Sleman, D.I. Yogyakarta.

Keenam desa model yang telah melalui proses kegiatan program sejak akhir tahun 2012 ini akan melanjutkan beberapa tahap program. Khusus pada aspek penerapan SID, ada sejumlah kegiatan yang akan dikelola bersama antara CRI dan FMYY dengan jejaring di enam desa. Kegiatan tersebut mencakup seri workshop untuk penguatan dan pengembangan penerapan SID, pelaksanaan simulasi, dan presentasi/publikasi program kepada para pihak. Secara rinci, point-point kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Workshop 1: Manajemen database desa dengan aplikasi SID
2. Workshop 2: Pelayanan publik dan manajemen informasi dengan SID
3. Workshop 3: Pengembangan SID untuk Isu-Isu Tematik/Sektoral (berbasis pemetaan sosial/komunitas)
4. Workshop 4: Inisiasi Program Desa Bersaudara
5. Workshop 5: Pelatihan SID untuk Desa Penyangga
6. Workshop 6: Inisiasi SID untuk tingkat Kecamatan dan Kabupaten
7. Workshop 7: Inisiasi SID untuk tingkat Kawasan (Merapi)
8. Simulasi penerapan SID untuk situasi darurat (dalam skema program desa bersaudara)
9. Presentasi/publikasi program di tingkat kabupaten
10. Presentasi/publikasi program di tingkat kawasan (Merapi)

Seluruh point kegiatan di atas akan dilaksanakan pada tahun anggaran program 2014 – 2015 yang akan berlangsung dari April 2014 s/d maret 2015. Penjelasan lebih detail dari setiap tahap kegiatan di atas dan dokumentasi proses pelaksanaannya akan diolah dan dipublikasikan melalui situs website ini.

(Elanto Wijoyono)