1. Latar Belakang

Letusan Gunungapi Merapi yang diikuti dengan bencana lahar hujan telah menyebabkan kerugian bagi masyarakat, termasuk jiwa, rumah, tanah, ternak, dan sebagainya. Gangguan aset penghidupan keluarga, pelebaran daerah berisiko tinggi, memburuknya kondisi sosial ekonomi, dan degradasi lingkungan telah meningkatkan kerentanan yang makin mengancam kehidupan masyarakat. Bencana erupsi dan lahar hujan Gunungapi Merapi merupakan ancaman permanen yang datang secara rutin sesuai dengan siklusnya. Jadi, perlu ada skema ketangguhan yang dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat Merapi menghadapi ancaman dengan karakteristik tersebut.

Sejak tahun 2012, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang berupaya membangun ketangguhan masyarakat, antara lain melalui program Sister Village atau Desa Bersaudara. Program ini bertujuan membangun keterhubungan antara masyarakat yang berada di wilayah ancaman tinggi erupsi Merapi dengan masyarakat yang berada di wilayah penyangga yang lebih aman. Pada saat ini, BPBD Kabupaten Magelang dengan dukungan Program Merapi Recovery Response (MRR) UNDP, berinisiatif mengembangkan program Paseduluran Desa selama tahun 2014 ini. Inisiatif ini akan memanfaatkan salah satu fungsi Sistem Informasi Desa (SID) yang dikembangkan oleh COMBINE Resource Institution sebagai platform membangun jejaring desa tangguh di kawasan Merapi.

BPBD Kabupaten Magelang mengagendakan sebuah forum pelatihan untuk fasilitator yang diharapkan dapat membangun pengetahuan tentang konsep Desa Bersaudara yang bisa diteruskan kepada masyarakat desa-desa di Merapi.

.

2. Tujuan

– Visioning konsep Desa Bersaudara untuk penanggulangan bencana
– Berbagi cara fasilitasi membangun Desa Bersaudara untuk penanggulangan bencana
– Memetakan kebutuhan data untuk Desa Bersaudara
– Menggunakan SID sebagai platform dasar Desa Bersaudara

.

3. Output

– Terbangun tim fasilitator per desa yang memahami konsep Desa Bersaudara sebagai upaya penanggulangan bencana
– Terpetakannya kebutuhan data sebagai dasar pembangun program Desa Bersaudara
– Fasilitator desa mampu memfasilitasi penggunaan SID di desa masing-masing sebagai platform dasar Desa Bersaudara

.

4. Waktu dan Lokasi

Hari, tanggal: 16 – 18 April 2014
Pukul: 08.00 – 16.00
Tempat: Ning Tidar Hotel Jl. Magelang – Purworejo Km 5 Magelang 56172

.

5. Peserta

– 2 (dua) orang BPBD Kabupaten Magelang
– 11 (sebelas) orang dari Desa Bersaudara, meliputi:

a. Desa Sumber, Kecamatan Dukun berpasangan dengan Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan
b. Desa Mranggen, Kecamatan Srumbung berpasangan dengan Desa Gunungpring dan Desa Sukorini, Kecamatan Muntilan
c. Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung berpasangan dengan Desa Jamuskauman, Desa Pakunden, dan Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar
d. Desa Ngargomulyo, Kecamatan Srumbung berpasangan dengan Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan

.

6. Fasilitator

– Bambang Hery P.
– Elanto Wijoyono (COMBINE Resource Institution)
– Mart Widarto (MRR UNDP)

.

7. Agenda

Hari I – Rabu, 16 April 2014

08.00 – 08.30 Pendaftaran peserta
08.30 – 09.00 Pembukaan (BPBD Kabupaten Magelang)
09.00 – 09.15 Break (panitia)
09.15 – 10.15 Presentasi dan Diskusi: Visioning tentang Konsep Desa Bersaudara (BPBD Kabupaten Magelang)
10.15 – 12.00 Diskusi Kelompok: Pemetaan Kebutuhan Data Desa Bersaudara (Mart Widarto, Elanto Wijoyono, Bambang Hery)
12.00 – 13.00 Ishoma
13.00 – 15.00 Bermain Peran: Pemetaan Data Desa Bersaudara (Mart Widarto)
15.00 – 16.00 Diskusi: Standardisasi Data Desa Bersaudara dan Manajemen Tim Pengelola Data Desa Bersaudara (Mart Widarto, Elanto Wijoyono, Bambang Hery)

.

Hari II – Kamis, 17 April 2014

08.30 – 10.00 Presentasi dan Diskusi: SID untuk Desa Bersaudara; 9 Langkah Membangun SID (Elanto Wijoyono)
10.00 – 12.00 Praktik Instalasi Aplikasi SID (Elanto Wijoyono, Mart Widarto)
12.00 – 13.00 Ishoma
13.00 – 15.00 Praktik Penggunaan Aplikasi SID untuk Olah Data (Elanto Wijoyono, Mart Widarto)
15.00 – 16.00 Evaluasi Praktik Instalasi dan Penggunaan SID (Elanto Wijoyono)

.

Hari III – Jumat, 18 April 2014

08.30 – 10.00 Presentasi dan Diskusi: Pemaparan Sistem Pelayanan Publik pada Situasi Darurat (Mart Widarto, Elanto Wijoyono)
10.00 – 12.00 Bermain Peran: Pelayanan Publik pada Situasi Darurat
12.00 – 13.00 Ishoma
13.00 – 14.00 Rencana Tindak Lanjut
14.00 – 14.00 Selesai