Pelembagaan Perencanaan dan Penganggaran daerah Berbasis Partisipasi Desa dengan Integrasi SID dan Open Data

I. Latar Belakang

Prasyarat demokrasi adalah prinsip prinsip keterbukaan, akuntabilitas dan partisipasi. Combine Resource Institution bersama mitra dan desa sedang berproses untuk memenuhi prasyarat tersebut. Wujud aktualisasi dari prasyarat tersebut adalah terwujudnya sistem informasi desa dan
Sistem Informasi Supra Desa. Penerapan Sistem Informasi Desa yang tersebar di Kabupaten Kebumen, Temanggung, Gunungkidul dan Kabupaten Bantul mampu menghasilkan data dan informasi yang untuk merencanakan wilayahnya ke depan. Hal ini pun menjadi kebutuhan yang nyata bagi desa atau kabupaten dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.

Data utama yang digunakan dalam pendokumentasian populasi berasal dari kartu keluarga penduduk desa. Dalam hal pembenahan administrasi kewilayahan kegiatan yang dilakukan adalah merapihkan bentuk pendokumentasian strata Administrasi Wilayah Desa dari Level Rukun Tetangga, Rukun Warga, dan Dusun. Hasil dari semua itu adalah tersedianya suatu basis data kependudukan offline di desa secara digital di Kantor Desa.

Perubahan signifikan yang terlihat adalah adanya arus keterbukaan informasi dari level desa yang cukup signifikan terkait dengan keterbukaan informasi publik, informasi atau berita tentang desa dapat tersebar luas secara global. Pendokumentasian secara digital harus diiringi dengan
penambahan keterampilan untuk pengolahan dan visualisasi data untuk perencanaan pembangunan tanpa harus menggeser media yang sudah ada di desa.

Pembangunan kawasan dalam lingkup wilayah administratif ataupun wilayah yang memiliki tantangan yang sama menjadi bagian penting dari pengembangan wilayah yang diharapkan dapat memudahkan pengambilan kebijakan, peningkatan pelayanan publik dan membangun suatu integrasi data di level supradesa.

Perencanaan pembangunan desa yang bersifat tahunan atau tahun jamak menjadi bahan masukan untuk pembangunan di level kabupaten perlu dikawal untuk memenuhi kebutuhan dasar dari desa dan melihat tingkat aspirasi kedua belah pihak.

Partisipasi warga dalam menyalurkan aspirasi kebutuhan pembangunan di daerahnya (kabupaten) diawali dengan pertemuan di tingkat rukun tetangga hingga tingkat kabupaten. Mengingat kompleksnya alur dan mekanisme perencanaan penganggaran pembangunan di kabupaten yang usulannya mulai dari desa hingga kabupaten, perlu untuk menemu kenali permasalahan yang terjadi dan mekanismenya.

Kebutuhan data atau regulasi sektoral terkait perencanaan pembangunan menjadi salah satu bagian dari kelayakan pengajuan perencanaan pembangunan, untuk itu perlu adanya suatu mekanisme keterbukaan semua pihak untuk saling berbagi informasi demi kemajuan pembangunan kawasan.

II. Hasil Akhir (GOAL)
1. Terbangunnya alur komunikasi data desa, kecamatan dan kabupaten untuk input Sistem Informasi Supra Desa.
2. Penyiapan untuk Workshop OPEN DATA dalam pengembangan Sistem Informasi SUPRA DESA.

III. Hasil Sasaran jangka pendek (OBJECTIVES)
1. Pengumpulan data dalam bentuk text yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan.
2. Mengetahui mekanisme ketebukaan informasi satuan kerja perangkat daerah di tingkat Kabupaten.
3. Sebagai bahan dan sumber data / informasi terkait perencanaan dan program layanan publik.

V. Capaian dari kegiatan (OUTPUT):
1. Terbangunnya alur komunikasi data desa, kecamatan dan kabupaten untuk input Supra Desa
2. Perencanaan workshop open data

VI. Metode (METHODS):
1. FGD
2. Identifikasi alur dan jenis dokumen pendukung.

VII. Peserta dan Fasilitator
Kegiatan ini akan difokuskan kepada :
1. Team Pengelola SID di Desa tiap kabupaten diwakili oleh 2 desa (8 orang).

2. Team atau perwakilan dari kabupaten:
Kebumen : Bappeda, TKPKD, Dispora, Distanak, dan Dishubkominfo.
Temanggung : Bappeda dan Dishubkominfo.
Bantul : Bappeda dan KPDTE.
Gunungkidul : Bappeda, TKPKD, Dispertan dan Dinkes
Magelang : Bappeda dan Kominfo
Total Peserta ( 15 Orang)

3. Mitra Combine Resource Institution :
Akademisi : UGM, UKDW dan ATMA JAYA
Organisasi Masyarakat Sipil : FORMASI, UNDP
Total Peserta : (5 Orang)

Fasilitator:
1. Irman Ariadi, Koordinator Program, berperan sebagai fasilitator yang memberikan materi dan beberapa hal mengenai prinsip opendata
2. Hernindya Wisnuadjie, Koordinator Program, berperan sebagai fasilitator yang memberikan materi dan sharing pengetahuan mengenai pendataan wilayah Gunung Kidul
3. Elanto Wijoyono, System Analyst for “SID”, berperan sebagai fasilitator yang terfokus pada pengembangan sistem informasi supra desa
4. Badrudin, Knowledge Staff, berperan sebagai fasilitator dan bertanggungjawab pada pendokumentasian dan pengumpulan data
5. Dewi Amsari, Program Manager Lumbung Komunitas, berperan dalam menganalisa dan mengevaluasi serta memberikan rekomendasi dan peluang selama kegiatan berlangsung

VIII. TOPIK:
Kegiatan ini akan berfokus pada dua hal yaitu : pencariaan data dan penentuan dokumen untuk
mendukung Sistem Informasi Supra Desa dalam kerangka workshop open data.

IX. Waktu dan Tempat:
Kegiatan ini akan dilakukan pada :
Hari, tanggal: Kamis, 9 Oktober 2014
Waktu: 09.00 – 16.00 wib
Lokasi: University Club UGM Yogyakarta

—-

08.00 – 09.00 Registrasi peserta (Panitia)

09.00 – 09.30
Pembukaan
– Manager Program LK Dewi Amsari
– Direktur CRI Akhmad Muharram

09.30 – 09.45 Penjelasan alur dan proses kegiatan (Elanto Wijoyono)

09.45 – 10.00 Coffee Break (Panitia)

10.00 – 12.00 Sharing Pembelajaran
– Prinsip Open Government (Irman Ariadi)
– Proses Open Government di Gunung Kidul (Hernindya Wisnuadji)

12.00 – 13.00 Makan siang dan Sholat

13.00 – 15.00 FGD Alur Informasi & Desain Relasi SID dan SI Supra Desa (Elanto Wijoyono)

15.00 – 15.30 Pleno hasil FGD (Elanto Wijoyono)

15.30 – 16.00 Penutupan (Dewi Amsari)