Input Data Identitas Desa
.

1. Nama Desa: isikan nama desa
2. Kode: isikan kode desa (merujuk kode dalam Permendagri)
3. Kode POS: isikan kode pos wilayah desa
4. Nama Kepala Desa: isikan nama lengkap kepala desa
5. Alamat Kantor Desa: isikan alamat lengkap kantor pemerintah desa
6. Nama Kecamatan: isikan nama kecamatan
7. Kode: isikan kode kecamatan (merujuk kode dalam Permendagri)
8. Nama Camat: isikan nama lengkap camat
9. NIP Camat: isikan Nomor Induk Pegawai (NIP) camat
10. Nama Kabupaten: isikan nama kabupaten
11. Kode: isikan kode kabupaten (merujuk kode dalam Permendagri)
12. Nama Provinsi: isikan nama provinsi
13. Kode: isikan kode provinsi (merujuk kode dalam Permendagri)
14. Logo: Klik tombol “Browse” untuk memilih atau mengganti gambar logo. Pilih gambar logo kabupaten untuk diisikan sebagai logo desa dengan format .jpg atau .png ukuran 100 pixel x 100 pixel
15. Klik “Simpan” setelah semua kolom terisi. Data di atas dapat disunting/diubah sewaktu-waktu.

.
Input Data Pemerintah Desa
.

1. Klik tombol “Tambah Staf Pemerintah Desa” untuk input nama perangkat desa
2. Muncul halaman “Form Staf Pemerintah Desa”
3. Nama: isikan nama lengkap staf pemerintah desa
4. NIP: isikan Nomor Induk Pegawai (NIP) staf pemerintah desa (jika ada)
5. NIK: isikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) staf pemerintah desa
6. Jabatan: isikan jabatan staf pemerintah desa (misal: Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan Pemerintahan, Kepala Urusan Pembangunan, dan sebagainya)
7. Status: Klik “Aktif” jika nama staf tersebut masih aktif menjabat sebagai perangkat desa. Klik “Tidak Aktif” jika nama staf tersebut sedang/sudah tidak aktif menjabat sebagai perangkat desa.
8. Klik “Simpan” setelah semua kolom terisi. Data di atas dapat disunting/diubah sewaktu-waktu.

.