Presentasi ini dipaparkan oleh Elanto Wijoyono dalam acara The 2nd Urban Social Forum di Surakarta, Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Desember 2014. Panel yang bertajuk “Keterkaitan Desa Kota” ini menjadi bagian dari sesi panel presentasi dan diskusi di gelaran tahunan ini. Holi Bina Wijaya dari Universitas Diponegoro Semarang menjadi moderator panel yang juga diisi dengan presentasi oleh Fauzul Rizal dari Universitas Brawijaya Malang. Tujuan sesi ini adalah untuk mencari arah pandangan untuk menyelesaikan masalah klasik pada ranah kesejahteraan masyarakat, yang disinyalir memiliki keterkaitan dengan sistem ruang yang ada, yakni ruang desa dan ruang kota.

Presentasi ini berisi tentang catatan reflektif tentang prinsip-prinsip dasar hubungan antara konsep desa dan konsep kota, merujuk pada pengalaman dalam membangun dan menerapkan Sistem Informasi Desa (SID) sejak 6 tahun yang lalu. Dikotomi atas konsep desa dan konsep kota menjadi salah satu hal penting yang dilontarkan sebagai bahan diskusi. Pada ruang dikotomi itu, sistem olah data dan informasi sumber daya menjadi salah satu tawaran yang bisa dibangun sebagai jembatan penghubung. Latar belakang sejarah politik desa dan konsekuensi perubahannya dalam perkembangan politik terkini di Indonesia menjadi bagian penutup atas catatan yang disampaikan.

Beberapa point diskusi usai persentasi mencakup kesepahaman bersama bahwa data migrasi sumber daya antara desa dan kota memang masih belum terkelola secara akurat dan mutakhir. Sistem informasi yang diciptakan dalam ruang ini harus benar-benar terpandu oleh perangkat peraturan yang menyeluruh. Menyelesaikan permasalahan kota untuk menjawab pertanyaan tentang kesejahteraan ini harus dilakukan secara dua arah, baik dari desa maupun dari kota.

.

Unduh dokumen presentasi: 2014 12 – Desa Kota Lestari (Elanto W – USF 2014) – (65 Kb)

.

(Elanto Wijoyono)