Tak ingin tertinggal dengan inisiatif kabupaten lain, Pemerintah Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah juga tengah mempersiapkan proses membangun Sistem Informasi Desa (SID). Inisiatif ini muncul dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonogiri melalui seri diskusi dengan tim Koordinator Daerah untuk program Strategic Alliance for Poverty Alleviation (SAPA – Indonesia) yang juga mendampingi penerapan SID di desa-desa di sejumlah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Komunikasi yang kemudian dihubungkan dengan tim Combine Resource Institution (CRI) sebagai pengembang utama SID akhirnya mengerucutkan rencana yang akan dilalui melalui sejumlah tahap.

.

 

.

Sebagai tahap pembuka, Bappeda Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan sebuah pertemuan untuk ruang sosialisasi tentang tujuan dan manfaat SID kepada sejumlah perwakilan pemerintah desa dan jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait di Kabupaten Wonogiri. Sosialisasi itu diselenggarakan pada hari Selasa, 9 Desember 2014 di kantor Bappeda Kabupaten Wonogiri. Pertemuan ini mengundang Kepala Desa Nglegi Aripin dari Patuk, Gunungkidul sebagai narasumber yang akan menjelaskan pengalaman penerapan SID di tingkat desa dan pengembangannya di tingkat kabupaten. Elanto Wijoyono dari CRI menjadi narasumber kedua yang memaparkan garis besar konsep dan prinsip dasar SID yang perlu diketahui dalam tahap-tahap pembangunan dan penerapannya untuk konteks kebutuhan Kabupaten Wonogiri.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bappeda Kabupaten Wonogiri Heru Nur Iswantoro telah mempersiapkan 10 desa yang akan menjadi desa percontohan penerap SID. Setiap desa didorong untuk bisa membangun SID sebagai inisiatif bersama, mencakup peran pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan lembaga masyarakat di tingkat desa. Sementara, di tingkat kabupaten, SID juga didorong bisa dibangun sebagai inisiatif bersama antar SKPD, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kelompok Kerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (Pokja TKPKD). Setiap desa calon peserta program percontohan ini siap untuk menggunakan bagian dari Alokasi Dana Desa (ADD) untuk membiayai tahap pembangunan SID di desa masing-masing. Kebutuhan data rujukan berbasis Kartu Keluarga (KK) akan disiapkan melalui nota kesepahaman (MoU) antara setiap desa dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Wonogiri, difasilitasi oleh Bappeda Kabupaten Wonogiri.

Tahap awal ini akan dimulai dengan membentuk tim kerja SID di setiap desa yang akan dilakukan dalam bulan Desember 2014 ini. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga diminta untuk mempersiapkan basis data kependudukan berbasis KK yang akan digunakan sebagai rujukan awal. Dengan penerapan SID ini, data-data desa yang sudah ada bisa direvitalisasi menjadi lebih akurat dan mutakhir langsung oleh desa. Diharapkan, dalam bulan Januari 2015, proses awal membangun SID sudah bisa dimulai. Bappeda Kabupaten Wonogiri akan segera mempersiapkan tim kecil dan waktu untuk pelatihan teknis SID. CRI akan terus melakukan koordinasi dengan tim Korda SAPA – Indonesia dan Bappeda Kabupaten Wonogiri untuk persiapan tahap-tahap tersebut ke depan.

.

(Elanto Wijoyono)