Walaupun tingkat pengalaman penerapan Sistem Informasi Desa (SID) dari setiap desa di Kabupaten Magelang berbeda, tetapi hal itu tidak menjadi penghalang untuk saling berbagi dan belajar. Ruang untuk bertemu antar desa penerap SID pun diwujudkan dalam sebuah pertemuan yang mengundang seluruh desa penerap SID di Kabupaten Magelang. Pertemuan yang diadakan di Kantor Desa Pucungrejo, Muntilan, Magelang pada Sabtu (17/01) yang lalu dihadiri oleh 10 desa penerap SID dan 1 desa yang siap untuk menerapkan SID. Ada enam desa penerap SID lainnya yang tidak hadir dalam kesempatan tersebut karena bersamaan dengan jadwal kegiatan desa, seperti pelaksanaan musyawarah pembangunan desa.

Pertemuan desa-desa penerap SID ini memang menjadi salah satu skema yang direkomendasikan untuk dilakukan di setiap wilayah kabupaten penerapan SID. COMBINE Resource Institution (CRI) bersama lembaga mitra dan didukung relawan fasilitator SID telah mendorong proses serupa terjadi di Kabupaten Klaten, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Gunungkidul. Tujuan pertemuan yang selalu diupayakan bisa diadakan rutin setiap bulan di setiap kabupaten itu adalah untuk mendapatkan informasi terkini tentang status penerapan SID dan rencana pemanfaatan SID di setiap desa. Pertemuan di bulan Januari 2015 ini menjadi penting karena sekaligus menjadi tahap untuk mendorong perencanaan pembangunan dan pemanfaatan SID untuk periode 1 tahun ke depan.

Penerapan SID di Kabupaten Magelang berawal sejak tahun 2011 di sejumlah desa di Kecamatan Ngablak oleh CRI. Pada tahun 2012, berkolaborasi dengan program Merapi Recovery Response (MRR) UNDP, sejumlah desa di Kecamatan Salam dan Dukun memulai menerapkan SID. Pada tahun 2014, dengan skema Desa Bersaudara sebagai tujuan, CRI bersama MRR UNDP dan BPBD Kabupaten Magelang memfasilitasi penerapan SID di lebih banyak desa di Magelang. Setelah program MRR UNDP selesai, CRI akan mendorong fasilitasi penerapan SID lebih luas dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang.

Sebagai salah satu hasil dari pertemuan di atas, setiap desa kemudian menuliskan rencana penerapan SID untuk periode tahun 2015. Rencana ini akan dijadikan rujukan awal untuk perumusan rencana lebih rinci pada skema pemanfaatan SID di setiap desa. Selain itu, rencana tahunan pemanfaatan SID ini juga akan dikelola dalam sistem portal desa penerap SID (http://sid.web.id) yang bisa dirujuk dalam proses monitoring dan evaluasi penerapan SID oleh para pihak. Catatan rencana tahunan penerapan SID dari desa-desa yang hadir dalam pertemuan ini dapat dibaca pada tabel di bawah ini:
.

No.

Nama Desa

Rencana/Target Penerapan SID per 2014

1

Desa Bligo, Ngluwar

– Minta tolong kepada tim fasilitator untuk membantu menyampaikan kembali kepada pihak pemerintah desa tentang pentingnya SID

– Akan melengkapi fasilitas komputer di kantor desa

2

Desa Jamuskauman, Ngluwar

– Perangkat desa harus semangat dan paham tentang proses ini

– Penyelesaian entry data kependudukan

– Memiliki komputer server di desa, sehingga setiap saat siapa saja dapat memasukkan data

– Himbauan yang terus-menerus dari BPBD kepada kepala desa untuk penggunaan program ini

– Pelatihan yang berkelanjutan bagi fasilitator

3

Desa Mranggen, Srumbung

– Pelayanan publik

– Penyedia informasi yang valid

– Perangkat harian dapat menguasai dan menggunakan SID

– Perangkat desa lain dapat menguasai, mengoperasikan, dan memanfaatkan SID

– Terjalinnya forum/komunitas fasilitator SID yang solid

4

Desa Sumber, Dukun

– Entri data bisa selesai

– Memaksimalkan penggunaan SID untuk pelayanan publik dan olah data

– Jaringan internet masuk ke desa untuk pemanfaatan SID yang lebih maksimal

5

Desa Dukun, Dukun

– Menyelesaikan input data penduduk

– Penerapan pelayanan publik

– Perlu penyesuaian database pekerjaan pada SID 3.04 di kantor desa usai diupgrade

– Pemanfaatan SID untuk analisis kebencanaan dan fungsi-fungsi lain dapat digunakan

6

Desa Ngargomulyo, Dukun

– SID digunakan untuk pelayanan publik secara maksimal

– Penggunaan layanan dalam SID untuk bisa komunikasi dengan desa lain sesama pengguna SID

– Menjadi pusat informasi desa dari BPBD dan pemerintah (semua informasi dari pusat bisa masuk SID)

– Segera ada pembenahan form surat-menyurat dan disinkronkan dengan format kecamatan dan pemerintah daerah

– Perlu ada server untuk menampung data-data di desa

7

Desa Jumoyo, Salam

– Entry data 100%

– Perangkat desa bisa mengoperasikan SID semua

– Bisa digunakan untuk pelayanan surat-menyurat sesuai dengan format kecamatan

– Membentuk tim SID tingkat desa

8

Desa Pucungrejo, Muntilan

– Januari 2015: Bisa digunakan untuk pelayanan publik (seperti surat-menyurat) dan mengatasi error

– Februari 2015: Bisa membuat berita di SID (website desa)

– Maret s/d Desember 2015: Bisa online dan SID bisa dinikmati oleh warga masyarakat

9

Desa Sokorini, Muntilan

– Ada dukungan dari desa

– Melengkapi sarana desa untuk penerapan SID, yakni jumlah laptop lebih dari satu

– Mempermudah mendapatkan informasi SID di tingkat desa

– Mempermudah permohonan surat-menyurat dan informasi desa melalui SID

10

Desa Tamanagung, Muntilan

– Menyelesaikan entry data

– Bisa memanfaatkan SID dengan optimal

– Ada pembenahan dalam sistem untuk halaman chatting

– Peningkatan koordinasi relawan SID

11

Desa Sedayu, Muntilan

– Mempunyai database kependudukan yang valid, sehingga memudahkan ketika mengelompokkan umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, data per RT, mengetahui jumlah lahir, mati, serta datang dan pergi setiap bulan.

– Mempermudah jika mengupdate jumlah penerima BLSM, jamkesmas, dan jamkesda

– Mempermudah update profil desa setiap tahunnya

– Informasi kondisi Desa Sedayu bisa diakses orang Desa Sedayu yang berada di luar daerah

– Akses jaringan agar SID juga bisa digunakan untuk membayar PBB

– Meningkatkan pelayanan surat-menyurat dari warga

.

Sebagai penutup, desa-desa penerap SID menyepakati diadakannya kegiatan pelatihan teknis SID untuk tim helpdesk untuk wilayah Kabupaten Magelang. Hal ini juga menjadi skema wajib bagi setiap wilayah penerapan SID di semua kabupaten. Pelatihan itu dilakukan untuk perwakilan desa dan instansi terkait di jajaran pemerintah kabupaten yang akan berperan menjadi fasilitator teknis SID, baik bagi desanya sendiri maupun bagi desa lain yang membutuhkan. Pelatihan itu akan dilakukan pada hari Sabtu, 31 Januari 2015 di kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang. Seluruh desa penerap SID di Kabupaten Magelang ditargetkan bisa mengirimkan perwakilannya dalam pelatihan tersebut.
.

(Elanto Wijoyono)