Pada tahun 2014, komunikasi antara Combine Resource Institution (CRI) dengan Bappeda Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin intensif untuk menguatkan agenda pembangunan Sistem Informasi Desa (SID) di KLU. Konsep dan tahap pembangunan SID diketahui pertama kali oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam program CRI bersama ACCESS di tahun 2013. Program 1 tahun itu baru terbatas sebagai percontohan di 10 desa. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Bappeda KLU kemudian merencanakan program membangun SID yang utuh, meliputi 33 desa se-KLU. Harapannya, dengan terbangunnya SID di seluruh desa, aspek manfaatnya bagi tata kelola desa dan supradesa bisa semakin kuat. Koordinasi perumusan rencana kegiatan dilakukan pada akhir November 2014. CRI menghadiri pertemuan koordinasi yang diselenggarakan oleh Bappeda KLU yang menghadirkan 33 kepala desa dan lembaga swadaya masyarakat setempat. Pertemuan itu membahas arah manfaat penerapan SID dan pemetaan peluang yang bisa disiapkan untuk penerapannya di seluruh desa di KLU.

Agenda pelatihan SID sebagai awal tahap yang sudah lama direncanakan itu akhirnya akan diselenggarakan pada pertengahan bulan Mei 2015 ini. Pelatihan ini akan menghadirkan perwakilan staf pemerintah desa dari 33 desa se-KLU. Baik desa yang pernah mengikuti pelatihan SID maupun desa yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang SID, akan diundang sebagai peserta. Pelatihan ini akan menjadi tahap awal untuk membangun jaringan data dan informasi antar desa yang menghubungkan seluruh desa di KLU. Penyelenggaraan pelatihan ini dikoordinasikan oleh Bappeda KLU dengan narasumber/fasilitator pelatihan dari tim CRI Yogyakarta.

Kegiatan ini secara umum memiliki tiga tujuan. Pertama, mempersiapan perencanaan kolaborasi CRI dan Bappeda KLU serta para pihak potensial lainnya, dalam program pembangunan dan penerapan SID untuk 33 desa se-Kabupaten Lombok Utara dalam skema kerjama formal kelembagaan. Kedua, menyelenggarakan pelatihan dasar pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) untuk menguatkan tata kelola administrasi dan informasi desa bagi peserta perwakilan dari 33 desa se-Kabupaten Lombok Utara. Ketiga, menghubungkan inisiatif pembangunan SID di KLU dengan inisiatif penerapan dan pemanfaatan SID di wilayah Nusa Tenggara Barat, dalam beberapa konteks ruang kolaborasi, misalnya dalam Strategis Alliance for Poverty Alleviation (SAPA) Indonesia.

Peserta pelatihan ini adalah perwakilan dari 33 desa se-Kabupaten Lombok Utara. Ketigapuluh tiga desa itu tersebar di 5 wilayah kecamatan. Sepuluh desa di antaranya telah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan SID di tahun 2013. Selain 33 desa ini, beberapa pegiat media komunitas akan direkomendasikan oleh CRI kepada Bappeda KLU untuk turut diundang sebagai observer. Pegiat media komunitas ini tergabung dalam jaringan Suara Komunitas (http://suarakomunitas.net) yang juga mendapatkan fasilitasi dari CRI dalam pengembangan manfaat jurnalisme warga. Jurnalisme warga juga merupakan bagian tak terpisahkan dari SID yang pada tahap berikutnya akan mulai diperkenalkan kepada desa-desa penerap SID di KLU.

Usai kegiatan di Bappeda KLU tersebut, tim CRI merencanakan akan melihat langsung model penerapan SID di salah satu desa di KLU dengan live-in selama 1 hari usai pelatihan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan dokumentasi model penerapan SID secara utuh di satu desa yang telah berjalan di KLU yang bisa dijadikan rujukan inisiatif desa di KLU dalam pemanfaatan SID.

(Elanto Wijoyono)