Lima mahasiswa asing yang berasal dari Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS) dan Mobile Radio Station berdiskusi dengan tajuk ‘Community-based Development in Indonesia’ di Combine Resource Institution pada Jumat (12/2).

Elanto Wijoyono berbagi pengalaman dalam membangun Jaringan Informasi Lingkar Merapi (JALIN Merapi) yang menaruh perhatian pada isu informasi dan komunikasi di lingkar Merapi. JALIN Merapi menggunakan beragam media untuk menyampaikan data dan informasi penting dan terkini untuk mendukung proses pengambilan keputusan atau tindakan secara cepat dan tepat ketika pra bencana, bencana, dan pascabencana.

Pengalaman terkait pengembangan Sistem Informasi Desa ‪#‎SID‬ pun turut dibagikan dalam diskusi ini. Mulai dari gagasan awal, beberapa pihak yang terlibat dalam proses pengembangan dan pemanfaatan #SID mulai dari pemerintah desa, masyarakat, media komunitas, dan lembaga kemasyarakatan.

Giliran Irman Ariadi berbagi tentang peta pemanfaatan #SID di seluruh Indonesia. Pemanfaatan untuk layanan administrasi, perencanaan pembangunan, mitigasi bencana, konvergensi media. Serta pemanfaatan Public display sebagai media interaktif penampil data dan informasi umum tentang desa.

ACICIS sendiri merupakan Non-profit Consortium di Yogyakarta yang beranggotakan 24 universitas dari negara Australia, Selandia Baru, Inggris dan Belanda