Workshop Simulasi Pendataan Difabel Program Rintisan Desa Inklusi dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Februari 2016 di Limasan Combine Resource Istitution. Kegiatan ini diikuti oleh sekurangnya 30 orang yang merupakan kader / fasilitator desa dari 8 desa di Kabupaten Sleman dan Kulonprogo.

Program RINDI akan digiatkan di 8 (delapan) desa percontohan di wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulon Progo di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Desa percontohan tersebut meliputi: Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Desa Sendangadi Kecamatan Mati, Kabupaten Sleman, Desa Sidorejo, Desa Gulurejo, Desa Ngentakrejo, Desa Wahyuharjo,Desa Jatirejo, dan Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah Kabupaten Kulon Progo.

Combine Resource Institution (CRI) dan Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) telah menyepakati kerjasama untuk penerapan program bertajuk Rintisan Desa Inklusi (RINDI). Program yang diisiniasi oleh SIGAB ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem data dan informasi di tingkat desa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan isu inklusivitas. SIGAB kemudian terhubung dengan CRI yang telah dikenal luas menjadi pengembang dan pendamping (fasilitator) inisiatif Sistem Informasi Desa di sejumlah daerah di Indonesia. CRI dan SIGAB telah menyepakati untuk menggunakan platform Sistem Informasi Desa (SID) yang dikembangkan oleh CRI dalam program RINDI ini.