Pada Hari Ketiga Pelaksanaan SSID Lanjutan, para peserta diajak untuk mengunjungi Desa Balerante. Desa Balerante merupakan salah satu desa yang menggunakan Sistem Informasi Desa untuk Mitigasi Bencana. Sistem Informasi Desa (SID) adalah seperangkat alat dan proses pemanfaatan data dan informasi untuk pengelolaan sumberdaya berbasis komunitas di tingkat desa. Untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam hal pengelolaan SID, saat ini CRI membuka ruang belajar melalui Sekolah Sistem Informasi Desa (SSID), SSID merupakan wahana belajar yang berbasis pada proses yang sistematis, dengan ruang lingkup pengelolaan sumber daya berbasis komunitas.

Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten

Alamat : Tegalweru RT 17 RW 07 Desa Balerante,Kemalang,Klaten Kode Pos.57484.

Website : http://balerante-klaten.sid.web.id/index.php/first

Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, adalah salah satu desa yang paling awal memiliki sistim informasi desa (SID). Jainu dari Desa Balerate menuturkan, keinginan memiliki SID itu muncul karena desanya belum memiliki database. “Saya mikir bagaimana desa bisa punya data yang tersimpan di komputer, yang bisa dicari dengan cepat. Karena saya kenal orang dari Combine, saya minta dibuatkan data sederhana itu, dan ternyata bisa,” tuturnya dalam Acara Workshop Nasional Pengelolaan dan pemanfaatan database partisipatif sebagai pendukung reformasi perencanaan dan penganggaran Desa pasca pengesahan UU Desa Jakarta 28 Februari 2014.

Menurut Jainu, data yang tersimpan di SID memperlancar upaya penanganan bencana. Ketika Merapi meletus, warga Balerante harus mengungsi. Selama tiga minggu pertama di pengungsian, kondisi kacau karena tidak ada akurat soal jumlah pengungsi dan kebutuhan mereka. “Lalu kami memutuskan pulang ke desa untuk melihat apakah kantor desa tidak terkena awan panas, dan untungnya kantor desa masih utuh. Komputer di kantor desa lalu kami bawa ke pengungsian, data-data di dalamnya masih aman. Maka kantor desa untuk sementara pindah di pengungsian,” terangnya.

Sistem Informasi Desa mulai dikenalkan kepada desa pada pertengahan Juni 2009 di Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Jawa Tengah dan pada awal 2010 di Desa Terong Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul DIY. untuk diskusinya sendiri dimulai semenjak tahun 2006. dari hasil diskusi tersebut menghasilkan SIDESA yang kemudian berganti nama menjadi SID.

Faktanya, kantor desa darurat yang didukung dengan data penduduk dalam SID dapat membantu Pak Jainu dalam memberikan layanan publik dasar kepada warganya selama di pengungsian. Selain itu, data desa bisa dengan mudah disediakan kepada pihak/organisasi kemanusiaan yang datang mencari data untuk urusan bantuan kemanusiaan. Manfaat SID dalam situasi darurat itu berlanjut ketika ada proses ganti rugi sapi warga korban Merapi. Ada beberapa dusun di Desa Balerante yang terdampak luncuran awan panas. Sebagian rumah dan ternak musnah. Ganti rugi ternak dari pemerintah pusat saat itu antara lain mensyaratkan adanya bukti dokumen kependudukan setempat. Dengan adanya data di SID, Pak Jainu bisa menyediakan data bukti kependudukan yang disyaratkan, sehingga proses ganti rugi sapi untuk warga Desa Balerante dapat terselesaikan lebih cepat daripada desa yang lain

Batik Merapi balerante berawal dari erupsi merapi 2010, kala itu warga balerante harus mengungsi di Dodiklatpur Klaten, kurang lebih dua bulan lamanya dan di saat di pengungsian ada satu hal yang menarik untuk di pelajari yaitu adalah belajar mbatik, yang waktu itu diajari dari mahasiswa Universitas Muhamadiyah Surakarta ( UMS ) juga untuk mengisi hari-hari yang sangat menjenuhkan di barak pengungsian.

Pengembangan Batik Merapi Balerante tetap ditekuni oleh sebagian warga balerante, batik merapi balerante sudah banyak terjual baik melalui beberapa pameran,pesanan,dan ada pula pembeli yang langsung datang ke balerante. Keunikan motifnya adalah berceritera tentang pengurangan resiko bencana.

Kerjasama untuk optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Desa di Desa Balerante yang melibatkan semua elemen warga, selain aparat dan lembaga lembaga desa untuk berperan aktif secara bersama-sama membangun data yang tersimpan didalam SID tersebut, tidak hanya Pemerintah Desa saja yang akan merasakan teapi seluruh masyarakat nantinya juga akan ikut merasakan adanya SID di Desa Balerante.

Satu langkah yang dilakukan oleh Kepala Desa Balerante ( Sukono ) adalah membuat ” JURNALIS DESA” dengan harapan semua kegiatan Desa akan terdokumentasikan sehingga dapat dipuplikasikan kepada masyarakat secara cepat dan akurat.

Pustaka :

http://balerante-klaten.sid.web.id/index.php/first

http://lumbungkomunitas.net

http://combine.or.id

 Pemberitaan Peserta SSID dalam Portal Desa

LURAH DESA DLINGO KUNJUNGI DESA PELOPOR SID

DLINGOWORO-BALERANTE 3/3/16. Sistem Informasi Desa atau yang sering dikenal SID merupakan program digitalisasi informasi desa yang digagas Combine Research Istitute pada tahun 2006 pasca gempa.salah satu pelopor Desa penerap SID adalah Desa Balerante, Kemalang Kab. Klaten.

Dalam rangka Sekolah SID tingkat lanjut yang diselenggarakan Combine RI yang diikuti oleh praktisi, mitra dan pendamping SID melakukan kunjungan di Desa Pelopor SID kamis 3/3/2016. Dalam kunjungan tersebut dilakukan ramah tamah dengan Kades dan perangkat desa Bale rante dilanjutkan diskusi study kasus SID di Balerante. Dalam sambutannya Kades Balerante menghaturkan terimmakasih atas dijadikannya balerante menjadi laboratorium SID. sementara itu tentang perjalanan SID disampaikan kasi pemerintahan Jainu, Beliau mengatakan perjaanan SID Balerante masih tersendat terkendala anggaran dan SDM sehingga kurang berkembang.

 Setelah berramah tamah di kantor desa kegiatan dilanjutkan di pendopo POSKO Induk 907 pos pantauan merapi Balerante. Dalam diskusi tersebut dibahas permasalah pengembagan SID Balerante yang dissampaikan oleh Kadus Sutami, Kaur Keu Suyanti, Kadus Tejo dan kasi pem Jainu. Dari kendala itu dijadikan materi diskusi untuk dijadikan rekomendasi terhadap pemerintah desa balerante.

 Sementara itu Lurah Desa Dlingo Bahrun Wardoyo sebagai salah satu peserta mengatakan kegiatan ini sangat menarik dan menjadi penting. Karena kita dapat melihat keunggulan dan kendala dan ikut berbagi dan menimba ilmu dalam membangun SID. Semoga Dlingo mampu menerapkan hasil dari kegiatan ini. (bano)

Kabag. Kesra Desa Nglegi Kunjungi SID Balerante Kemalang Klaten

Tim SID Desa Nglegi (Suroyo), juga sebagai Kabag. Kesra Desa Nglegi Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mengikuti kunjungan ke Desa Balerante Kemalang Klaten, desa pertama pengguna SID untuk kebencanaan. Acara ini diselenggarakan oleh CRI YK dalam paket program Sekolah SID Tingkat Lanjut, Selasa-Jum’at/1-4 Maret 2016 di Kantor CRI YK.

Kunjungan ini bertujuan melakukan studi banding sekaligus analisa sosial Desa Balerante dalam penerapan SID kebencanaan. banyak hal yang dapat diperoleh dari kunjungan ini, SID Desa Balerante pada saat bencana eropsi merapi berperan dalam penyedia data base penduduk, peta lokasi penduduk dapat diketahui, peta rentan, peta anak dan sebagainya. hal ini yang sangat mendukung dalam melakukan penanganan terhadap korban akibat eropsi merapi, karena kita tahu berapa jumlah anak, usia rentan, dimana lokasi mereka, sehingga kebutuhan logistik yang harus disiapkan dan didistribusikan akan tepat sasaran.

Mudah-mudahan, dengan Sekolah SID Tingkat Lanjut ini, dapat menemukan inspirasi baru terhadap pengembangan SID dimanapun berada, dalam pendampingan, motivasi dan visioning untuk pemberdayaan desa dan kesejahteraan masyarakat. amin (yoyo)

DESA GIRISUKO IKUTI SEKOLAH SID TINGKAT LANJUT

 KUNJUNGAN SID DI DESA BALERANTE

Sekolah SID lanjutan yang diikuti dari perwakilan beberapa kabupaten termasuk dari TIM SID Girisuko, (wahyu setyoningsih, Luluk Widi Indarsih) , selama 4 hari mulai tgl 1 – 4 maret 2016 memberikan banyak sekali pembekalan untuk meningkatkan SID di masing masing Desa.

Saat kunjungan di Desa Balerante, Kamis 3 maret 2016, balerante yang merupakan pelopor SID pertama ternyata juga masih banyak sekali permasalahan yang dihadapi dalam menerapkan SID di Desa Balerante. Sehingga bisa  memotivasi Desa Desa lain untuk mengembangkan SID dengan maksimal.

Sumber : Portal Desa Dlingo, Portal Desa Nglegi dan Portal Desa Girisuko